Kupangmetro — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Hari Raya Nyepi, Idul Fitri 1447 H dan Hari Raya Paskah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah Pasar dalam Kota Kupang, Gudang Bulog Alak, Pelabuhan Peti Kemas Pelindo Tenau dan Bandara Udara El Tari Kupang.
Sidak yang dilakukan TPID Provinsi NTT pada Kamis 12 Maret 2026 bertujuan untuk memastikan adanya keterjangkauan harga, ketersediaan stok dan bahan kebutuhan pokok serta kelancaran distribusi barang dan jasa yang terkendali.
Sidak tersebut menyasar pada Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, Pasar Kasih Naikoten, Bandara El Tari Kupang, Gudang Toko Piet Alak sebagai distributor LPG, Gudang Bulog, dan Terminal Peti Kemas Pelindo.
Sidak tersebut melibatkan sejumlah pengatur kebijakan yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi NTT diantaranya, pihak Kepolisian dari Polda NTT, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Perum Bulog Kantor Wilayah NTT, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT serta Dinas terkait lainnya.
Saat melakukan peninjauan ke Gudang beras Bulog NTT di Alak, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur, Arrahim Kanam memastikan stok beras yang masih tersimpan di gudang Bulog Kupang untuk Provinsi NTT masih mencukupi sampai Enam bulan kedepan.
“Secara Nasional stok beras yang ada sekitar 3,7 Juta Ton, sedangkan untuk Provinsi NTT, stok ketersediaan beras sebanyak 23 Ribu Ton yang saat ini ada tersimpan di seluruh Gudang Bulog yang tersebar di NTT,” kata Arrahim Kanam saat meninjau stok ketersediaan beras di gudang Bulog Kupang bersama TPID Provinsi NTT, Kamis (12/3/2026).
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTT, Arrahim Kanam menjelaskan, stok beras tersebut oleh Perum Bulog tersimpan di 10 Gudang Bulog yang tersebar di hampir seluruh Kabupaten, termasuk Gudang Bulog Alak, Kota Kupang.
“Jadi di Provinsi NTT ada 10 kantor cabang Perum Bulog dan Satu kantor Wilayah. Dengan demikian masyarakat NTT tidak perlu kuatir karena kekurangan stok beras,” jelas Arrahim Kanam.
Untuk itu masyarakat NTT diimbau agar tidak perlu panik dengan membeli kebutuhan pangan yang berlebihan apalagi sampai menimbun karena untuk ketersediaan beras Bulog memastikan tidak akan ada kelangkaan seperti yang ditakutkan masyarakat.
“Belanjanya yang bijak karena kami (Bulog, red) hadir hampir setiap hari di tengah-tengah masyarakat, seperti yang saat ini dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah,” katanya.
(Andi Ilham Sulabessy)















