Kupangmetro — Gerakan Pangan Murah yang digelar Perum Bulog Kantor Wilayah NTT bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi NTT dan Badan Pangan Nasional (Bappanas) di Kota Kupang dinilai sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan pangan murah.
“Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan saat ini bukan saja dalam rangka menjelang Hari Raya Besar Keagamaan, tetapi akan terus digelar guna membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok yang lebih murah,” ungkap Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim Kanam, Rabu (11/3/2026) saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di depan Stasiun TVRI NTT.
Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan sejak tanggal 9 hingga 17 Maret 2026 tersebar di 15 titik dalam wilayah Kota Kupang digelar dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Berbagai jenis kebutuhan pokok yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah yakni berupa beras, gula pasir dan minyak goreng yang disediakan oleh Bulog, bawang merah dan bawang putih serta sayur-sayuran segar yang disediakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT serta telur ayam, ikan beku yang disediakan oleh mitra pangan.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTT, Arrahim Kanam menjelaskan, dalam kegiatan gerakan pangan murah dimaksud, Perum Bulog NTT menyediakan beras jenis SPHP sebanyak 2 sampai 5 Ton disetiap titik. Sedangakan gula pasir sebanyak 1 Ton dan Minyak Goreng jenis Minyakita sebanyak 1. 500 liter.
“Jumlah ini dirasakan cukup sehingga masyarakat dihimbau tidak usah panik karena prinsipnya Bulog selalu siap melayani kebutuhan masyarakat akan beras,” ungkap Arrahim.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTT, Joaz Umbu Wanda mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan murah yang digelar saat ini merupakan program Nasional yang pelaksanaannya dilakukan secara Nasional di seluruh Indonesia dengan melibatkan Perum Bulog, Kementerian Pertanian, Bappanas serta menggandeng TVRI.
“Kegiatan semacam ini merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan Dinas Pertanian untuk stabilisasi harga agar dapat dijangaku oleh petani,” kata Joaz Umbu Wanda.
Salah seorang warga mengatakan, Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah dengan melibatkan Perum Bulog sangat membantu, terutama ibu rumah tangga karena berbagai jenis kebutuhan pokok yang dijual harganya relatif lebih murah jika dibanding dengan yang dibeli di Pasar.
Sementara itu Gubernur NTT, Melkiedes Laka Lena saat memantau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di depan Stasiun TVRI NTT mengatakan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan kolaborasi yang baik dari unsur Pemerintah sehingga mampu menghadirkan pangan murah bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri serta Hari Raya Paskah.
“Ini sangat membantu meringankan beban masyarakat dengan menghadirkan pangan murah yang harganya dapat terjangkau,” kata Gubernur Melki Laka Lena.
Menurut Gubernur, program tersebut merupakan program Nasional yang dicanangkan oleh Presiden sehingga Pemerintah Daerah akan selalu memantau perkembangan dengan melakukan rapat rutin manakala terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran maka akan dilakukan operasi pasar murah.

(Andi Ilham Sulabessy)















