Sabu Raijua – Kupangmetro.com -(01/06/2026) – Sebuah peristiwa kebakaran rumah tinggal terjadi di wilayah Pemukiman Teni Hawu, RT 007/RW 004, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Insiden kebakaran ini terjadi pada hari Minggu, 31 Mei 2026, sekitar pukul 18.45 Wita, yang mengakibatkan bangunan rumah beserta seluruh isinya ludes dilahap si jago merah.
Â
Kapolsek Sabu Barat, AKP Muhammad Nawawi, S.H, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp pada Senin (01/06/2026) pukul 08.58 Wita.
Â
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rumah yang terbakar tersebut adalah milik Benyamin Here Laki (50), warga setempat yang berprofesi sebagai tukang mebel. Korban diketahui memiliki keterbatasan fisik yaitu tuna rungu, belum berkeluarga, dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Â
Berdasarkan keterangan saksi mata, Odi Kore (46), yang merupakan tetangga sebelah rumah korban, peristiwa bermula sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, saksi mendengar suara-suara tidak wajar dan mencium bau asap dari luar rumahnya. Saat keluar untuk mengecek, saksi terkejut melihat api sudah mulai berkobar di bagian rumah milik Benyamin Here Laki.
Â
Karena mengetahui korban saat itu sedang berada di depan kantor PLN Sabu Barat, saksi segera berlari ke jalan raya untuk menjemput korban dan memberitahukan bahwa rumahnya sedang terbakar.
Â
“Saya langsung lari ke jalan raya memanggil Pak Benyamin, karena jam segitu beliau biasanya ada di depan PLN. Begitu kami sampai kembali di lokasi, api sudah membesar dan sudah sulit untuk ditolong,” ungkap Odi Kore.
Â
Mendapat laporan tersebut, Tim Pemadam Kebakaran gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua segera bergerak menuju lokasi dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 19.15 Wita. Meski api berhasil dipadamkan, bangunan rumah berukuran 4×6 meter tersebut sudah rata dengan tanah.
Â
Rumah tersebut memiliki konstruksi sederhana, beratapkan daun kering, dinding dari anyaman bebak kelapa, serta lantai tanah, sehingga api menjalar dengan sangat cepat.
Â
Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian materiil yang cukup besar. Seluruh isi rumah habis terbakar. Di antaranya berupa uang tunai sebesar Rp 19.000.000, peralatan pertukangan senilai Rp 7.500.000, pakaian, bahan bangunan seperti besi dan 300 butir kelapa, beras, tempat tidur, serta lemari. Total kerugian ditaksir mencapai ± Rp 75.000.000.
Â
Diketahui, karena berprofesi sebagai tukang kayu dan mebel, korban menyimpan berbagai jenis peralatan kerja dan bahan baku di dalam rumahnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Â
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Namun, berdasarkan keterangan awal dari korban, sebelum meninggalkan rumah ia sempat memasak menggunakan kompor listrik (Megi Com) setelah makan malam.
Â
“Penyebab kebakaran masih kita selidiki, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, mengingat korban sempat menggunakan alat listrik untuk memasak sebelum keluar rumah,” jelas AKP Muhammad Nawawi.
Â
Pasca kejadian, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah pengamanan dan penyelidikan, antara lain:
Â
1. Menerima laporan kejadian dari masyarakat.
2. Mendatangi dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
3. Mengolah TKP untuk mencari bukti penyebab kebakaran.
4. Mengidentifikasi jumlah kerugian yang dialami korban.
5. Menyusun Laporan Informasi kejadian.
Â
Saat ini, korban yang kini tidak memiliki tempat tinggal sementara menumpang di rumah kerabat dan tetangga terdekatnya,” ujar MuhammadÂ
*(Rinto)
Â
Â
Â













