Kupangmetro – Menjelang bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah,Ikatan Keluarga Minang Saiyo Sakato (IKM SS) Kota Kupang menggelar Tradisi Balimau atau yang menurut kebiasaan orang Minang yakni bersih-bersih diri dan bersih-bersih jiwa untuk memasuki bulan suci Ramadhan.
Acara Balimau yang dilaksanakan pada Minggu 19 Maret 2023 di gedung serba guna IKM SS merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh IKM SS saat menjelang atau memasuki bulan suci Ramadhan.
Ketua IKM SS, Mualim Chaniago mengatakan, Balimau yang dilaksanakan oleh IKM SS setiap tahun bertujuan untuk meningkatkan silahturahmi dikalangan sesama warga Minang yang ada di Kota Kupang dan sekitar, terutama menyongsong bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah
“Tradisi Balimau adalah kebiasaan orang Minang dalam memasuki bulan suci Ramadhan berupa ‘bersih-bersih diri dan bersih-bersih jiwa,” ungkap Chaniago disela-sela acara Balimau, Minggu (19/03/2023)
Menurut Chaniago yang juga merupakan Pegawai pada Kantor Kementerian Agama Bidang Bimbingan Masyarakat Islam ini, Balimau adalah suatu tradisi atau kebudayaan Minang yang sudah lama berkembang, dan masih tetap dijalankan oleh warga Minang yang ada di perantauan seperti di Kota Kupang saat ini.
IKM SS Kupang menurut Chaniago sudah berdiri sejak tahun 1975 dan sampai saat ini warga Minang yang ada di Kota Kupang berjumlah 234 Kepala Keluarga,dengan jumlah jiwa sebanyak 975 jiwa dengan berbagai macam profesi dan pekerjaan.
Dalam kehidupan sehari-hari di Kota Kupang maupun dimana saja, warga Minang selalu berpedoman pada filosofi “Dima Bumi dipijak, di Sinan Langik dijuanjuang, (Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung), yang berarti Seseorang harus mampu beradaptasi dengan masyarakat atau tempat dimana ia berada dengan menghargai adat dan budaya tempatan tanpa harus kehilangan jati dirinya, serta dima aia disauak, disinan rantiang dipatah (selalu menjaga, membela, dan merawat sumber kehidupan)
“Keberadaan warga Minang di Kota Kupang adalah ikut memberikan kontribusi karena disinilah warga Minang tinggal telah berbaur serta selalu bersosialisasi dengan warga masyarakat setempat,” jelas Chaniago.
Menurut Chaniago, warga Minang adalah masyarakat yang religi sehingga apapun hari-hari besar keagamaan selalu diperingati seperti tradisi Balimau yang bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan dan sekaligus silahturahmi antar sesama warga Minang yang ada di rantau.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Balimau, IKM SS Kota Kupang tahun 2023, Muhammad Irwan yang menyebutkan, tujuan dilaksanakannya Balimau adalah untuk mengumpulkan semua perantau asal Minang yang ada di Kupang untuk berkumpul guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
“Balimau adalah momentum yang paling tepat karena disinilah semua warga Minang yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya berkumpul dan saling maaf memaafkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,” ungkap Muhammad Irwan.
Acara Balimau dihadiri oleh warga Minang yang ada di Kota Kupang dan dimeriahkan dengan Shalawat yang dibawakan oleh ibu-ibu dari Majelis Taklim Baabul Jannah.
Sebelumnya panitia pelaksana Balimau IKM SS juga telah melakukan serangkaian acara seperti Donor Darah dan dilanjutkan dengan Pasar Murah. (andi sulabessy)















