Kupangmetro – Walau Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif, DPR, DPD DPRD serta Pemilu Kepala Daerah serta pemilihan Presiden baru akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang, namun saat ini para calon peserta Pemilu tersebut telah menyiapkan dirinya secara matang untuk menghaadapi Pesta Demokrasi Lima Tahunan mendatang.
Dari sekian banyak calon peserta Pemilu nanti, sudah ada bakal calon (Balon) Kepala Daerah, baik Gubernur, Walikota dan Bupati di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah siap untuk maju sebagai Kepala Daerah.
Dari sekian banyak bakal calon Kepala Daerah yang akan maju untuk bertarung pada ajang Pemilu tahun 2024 mendatang, ada yang sudah secara terang-terangan menyatakan sikap politiknya untuk maju, dan ada pula yang belum mau menyatakan secara terbuka kepada masyarakat untuk maju pada perhelatan Lima Tahunan ini dengan berbagai pertimbangan politik.
Menanggapi peristiwa politik yang saat ini sedang berlangsung sesuai tahapan-tahapannya, Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang menyatakan, demokrasi adalah dimana rakyat dapat telibat langsung memberikan suaranya untuk satu tujuan mulia yakni pembangunan yang seutuhnya bagi kesejahteraan seluruh masyarakat.
“Saat ini masyarakat Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilihan Umum. Diharapkan kepada pihak atau lemabaga yang diberi wewenang untuk mengatur regulasi pemilu agar menyadari bahwa mereka juga adalah bagian dari masyarakat. Untuk itu arahkan masyarakat agar masyarakat dapat mengunakan pilihannya secara baik,” ungkap Uskup Turang, Kamis (16/3/2023) di Kupang.
Sebagai masyarakat, Uskup Agung Kupang ikut mendoakan dan mendukung agar pemilu dapat terlaksana dengan baik sehingga menghasilkan pemimpin politik yang diharapkan sungguh-sungguh menyadari bahwa kehadirannya untuk membangun masyarakat yang sejahtera, membagun dialog antar sesama agar masyarakat Indonesia boleh mengalami suatu perubahan yang bermanfaat.
Uskup Agung Kupang juga meminta calon pemimpin dapat mencairkan ketegangan-ketegangan seperti toleransi antar suku, antar umat beragama, antar golongan agar semua komponen bangsa dapat mempersatukan diri dengan pilihannya masing-masing.
“Pilihan dengan sungguh-sungguh akan menghadirkan pemimpin yang mempunyai dedikasi dan mempunyai kemampuan untuk membangun daerah dan bangsa dengan menganut sistem pemerataan sosial ekonomi di seluruh Indonesia,” kata Uskup Turang.
Dengan demikian lanjut Uskup Turang, diharapkan Partai Politik dengan komitmennya yang berdasar Pancasila dapat memberikan suatu partisipasi yang konstruktif dalam pembangunan politik bersama dalam berbangsa dan bernegara.
Uskup juga mengatakan bahwa siapa saja berdasarkan keadaannya masing-masing dari segi agama, segi sosial dapat memberikan partisipasi yang aktif agar secara kreatif mampu memilih wakil-wakil rakyat, memilih pemimpin rakyat yang secara inovatif dapat berjuang untuk melayani kemajuan bangsa Indonesia berdasarkan tuntutan zaman.
“Setiap Warga Negara Indonesia yang memberikan suaranya dalam pemilihan umum merupakan tindakan mulia yang pada gilirannya boleh melihat bahwa pilihannya secara sunguh-sungguh berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Turang.
Uskup Turang mengaku sejauh ini belum ada kandidat atau calon kepala daerah yang bertemu dengannya namun diharapkan para calon kepala daerah yang sungguh-sungguh mempunyai hati untuk membangun NTT supaya NTT terlepas dari kontasi miskin, tertingal dan keterbelakangan karena pemimpinnya mempunyai hati untuk kemajuan pembangunan, terutama untuk masyarakat pedesaan dan di daerah pinggiran kota.
Sebagai Uskup katanya, pihaknya tidak memihak kepada calon-calon tertentu yang berdasarkan daerah, berdasarkan agama. “Yang paling penting mendapatkan pribadi yang mempunyai hati untuk rakyat untuk membangun kemandirian dalam suatu bentuk persaudaraan dan kebersamaan didalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
Sementara itu, ketua Ikatan Keluarga Lamaholot, DR. Jhon Kotan mengatakan, bila ada kader Lamaholot yang ingin terlibat dalam konstelasi politik, Ikatan Keluarga Lamaholot tetap mendorong dan memberikan semangat. ”Bahwa nanti kader tersebut jadi atau tidak bahwa itu adalah resiko politik dari kader yang bersangkutan. Sedangkan bagi kader yang lolos, maka sudah sepantasnya Ikatan Kelurga Lamaholot tetap memberikan dukungan,” ungkap Kotan.
Sebagai Ketua Ikatan Lamaholot, dirinya tetap mendorong tetapi tidak memberi supor secara khusus bagi calon tertentu karena kader Lamohot yang saat ini sedang mengajukan diri sebagai calon legislatif tersebar di sejumlah Partai Poliik.
“Ikatan Keluarga Lamaholot bukan organisasi yang berafiliasi dengan salah satu parpol, sehingga tidak bisa memberikan dukungan terhadap calon tertentu,” tegasnya.
Baginya, figur atau sosok yang didukung oleh Ikatan Kelurga Lamaholot adalah figur calon pemimpin yang bisa menghargai keberagaman budaya karena budaya adalah potensi kekayaan yang dimiliki masyarakat Nusa Tengara Timur.
Selain itu kata Kotan, calon kepala daerah harus pro kepada kepentingan rakyat dengan tetap menghargai multikulturalisme yang ada di bumi Flobamora
Sementara untuk calon Presiden Indonesia nanti, orang Lamaholot tentunya punya pilihan masing-masing, karena orang Lamaholot bukan milik satu partai Politik tertentu. “Sebab apabila orang Lamaholot diarahkan hanya khusus untuk memilih salah satu Partai Politik atau salah satu calon kepala Daerah maupun salah satu calon Presiden maka itu berarti menghancurkan kerukunan keluarga Lamaholot yang sudah ada sejak nenek moyang orang Lamaholot,” ungkap Kotan
Sebagai Ketua Lamaholot, dirinya menghimbu kepada seluruh warga Lamaholot yang terdiri dari Orang Flores Timur, Adonara, Solor, Lembata dan Alor Pantar, untuk tetap menjaga hubungan persaudaraan yang telah lama ada dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi daerah NTT dan Nasional tetap aman dan damai. (andi sulabessy)















