Kupangmetro – Direktur PT Rote Karaginan Nusantara (RKN) Clarisa Lino menyebut hasil produksi pengolaan rumput laut oleh PT RKN berhasil menembus pasar dunia.
Sejak didirikan pada 2017 lalu, PT RKN telah mengekspor sebanyak ribuan Ton tepung terigu yang berbahan dasar rumput laut ke berbagai negara, seperti Chili, Argentina, Brazil, Jerman, Australia dan beberpa negara lainnya.
Tepung terigu yang diproduksi PT RKN sangat diminati di pasar dunia karena bahan baku rumput laut dari petani rumput laut di NTT kualitasnya sangat bagus sehingga permintaan akan tepung terigu khususnya dari rumput laut terus meningkat.
“Semua bahan baku berasal dari NTT, seperti rumput laut dari Pulau Semau, Alor Rote dan kabupaten lainnya. Kami pernah menggunakan rumput laut dari luar NTT namun hasilnya tidak terlalu diminati pasar sehingga kami menggunakan rumput laut yang ada dari NTT,” ungkap Clarisa Lino.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengapresiasi hasil yang diproduksi PT RKN dan meminta PT RKN semakin meningkatkan hasil produksi agar Pendapatan Asli Daerah bagi provinsi NTT semakin besar pula.

Untuk itu Gubernur mengharapkan agar petani rumput laut di seluruh NTT juga meningkatkan hasil panen rumput laut walau saat ini alat yang dipakai petani masih tergolong sederhana. “Memang saat alat yang digunakan petani rumput laut masih menggunakan satu tali serta bibit yang dipakaipun sudah dari sejak puluhan tahun”, kata Gubernur.
Untuk itu kedepan Pemerintah akan membuat alat dengan kultur jaringan agar mendapatkan bibit rumput laut yang bagus sehingga bisa menghasilkan 5 Kilogram disetiap tali dalam setiap panen agar petani juga mendapatkan untung. “Bila makin bagus maka pendapatan petani dan daerah pun makin tinggi dan pengusaha tentu juga untung”, ungkap Gubernur.
Pemerintah Provinsi NTT lanjut Gubernur tentunya akan tetap mendukung PT KRN agar semakin berkembang dan maju karena dengan demikian maka akan menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja lokal dan petani rumput laut.
Data Dinas Perindustrian Perdagangan provinsi NTT berdasarkan penerbitan dokumen Surat Keterangan Asal (SKA) tahun 2019-2025 berjumlah 216.119.104 kilogram dengan nilai ekspor mencapai 184.673.895 Dolar Amerika. (andi)














