Kupangmetro — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Paul Liyanto mengapresiasi Musawarah Perancanan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi NTT Tahun 2026 yang digelar oleh Pemprov NTT dengan melibatkan seluruh Kabupaten Kota.
“Saya mengapresiasi Musrembang dan RKPD ini karena pembangunan sebuah Daerah tentunya harus direncanakan terlebih dahulu dimulai dari tingkat Desa/Kelurahan, tingkat Kabupaten/Kota hingga tingkat Provinsi. Dan ini juga nanti akan kita bawa ke pusat,”ungkap Paul Liyanto usai mengikuti pembukaan Musrembang dan RKPD Provinsi NTT di Kupang, Kamis (7/5/2026).
Menurut Senator asal NTT ini, walau ditengah-tengah minimnya fiskal daerah, apalagi di daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) seperti Provinsi NTT yang memiliki kualitas pembangunan, infrastruktur, dan aksesibilitas rendah, namun strategis secara geografis, tentunya memiliki persoalan besar yang perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat berupa penambahan anggaran.
Untuk itu kata Paul Liyanto, Pemprov NTT diharapkan serius dalam merencanakan serta memasukan rencana pembangunan dengan skala prioritas walau dengan keterbatasan fiskal.
Namun begitu kata Liyanto, Pemerintah Provinsi NTT beserta seluruh pemerintah Kabupaten Kota masih bisa tetap menjaga pertumbuhan ekonomi sehingga ekonomi di NTT masih bisa berjalan.
Â
Â
Kesehatan, Pendidikan dan ekonomi Sebagai Leading Sektor
Bagi Senator asal NTT Paul Liyanto, yang sebenarnya menjadi skala prioritas bagi Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Kota yakni harus menjadikan sektor kesehatan, Pendidikan dan ekonomi sebagai leading sektor untuk jangka panjang.
“Sebagai pelaku ekonomi saya menilai bahwa MBG dan Koperasi itu hanya sesaat karena studi akademiknya itu belum mendalam,” kata Liyanto.
Dalam pandangannya, Provinsi NTT adalah salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam namun masih miskin akan sumber daya manusia serta infrastrujturÂ
Untuk dia menyarankan agar Pemerintah Daerah, baik Pemrov maupun Pemkab dan Pemkot segera memperbaiki infrastruktur, baik sekolah, internet sehingga kualitas pendidikan menjadi baik dan dapat bersaing ditingkat dunia.
“Kta miskin karena dua hal itu yakni infrastruktur dan pelayanan dasar yang tidak menjadi skala periontas. Saya berharap Musrembang perhatikan kembali itu,” ujarnya.
Â
Â
(Andi Ilham Sulabessy)















