Kupangmetro — Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2024-2029, Orias Petrus Moedak dan Sebastian Salang atau yang dikenal dengan sandi politik Oase meminta kepada semua masyarakat Nusa Tenggara Timur agar memilih untuk NTT, jangan pilih demi orangnya supaya menjadi gubernur.
“Kami (Paket Oase) datang ke NTT karena kami merasa terpanggil untuk membangun NTT tanah kelahiran kami dengan membawa visi dan misi yang ringkas dan jelas”, ungkap Bakal calon Gubernur NTT, Orias Petrus Moedak dihadapan Ketua DPD Partai Demokrat NTT beserta pengurus saat mendaftar sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Selasa (15/05/2024) di Sekretariat DPD Partai Demokrat NTT.
Menurut Orias Petrus Moedak, bila dalam Politik terdapat Tujuh tujuan Partai Politik, maka Paket Oase datang ke NTT dengan Tujuh target yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat NTT sesuai dengan Visi Misi Paket Oase, yakni NTT Sukses NTT Sejahtera.
Dalam visi misi yang dibawa Paket Oase, Pendidikan dan Kesehatan mendapat perhatian karena didukung oleh Empat hal yang terkait dengan ekonomi, yakni Partanian, Peternakan, Kelautan dan Pariwisata. Khusus Pertanian, Peternakan dan Kelautan, Paket Oase menginginkan adanya proses hilirisasi di NTT. (Proses pengolahan bahan baku menjadi barang siap pakai. Hilirisasi untuk meningkatkan sebuah produk menjadi lebih bernilai, red).
“Ada hilirisasi supaya ada lapangan kerja bagi anak NTT dan produk yang dihasilkan bernilai tambah dengan memanfaatkan aset-aset yang dimiliki Pemerintah Daerah”, jelas Orias Moedak.
Sedangkan NTT sejahtera yang diinginkan Paket Oase adalah yang dihadirkan oleh Pemerintah dengan menghadirkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan handal sehingga dapat melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh.
Sermentara itu Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Leo Lelo mengharapkan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Orias Petrus Moedak dan Sebastian Salang memahami dengan benar tentang Nusa Tenggara Timur karena provinsi NTT masih menyandang predikat sebagai Provinsi termiskin ke 3 di Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi NTT dari tahun ke tahun, dari Gubernur ke Gubernur masih terus berada pada 5,20 persen dan tidak mengalami peningkatan”, ungkap Leo Lelo.
Dalam pandangan Leo Lelo sebagai anggota DPRD Provinsi NTT, setiap ada investor yang akan berinvestasi di bumi Flobamora tidak akan pernah terwujud karena investor selalu terkendala dengan masalah lahan. Untuk itu Partai Demokrat mengharapkan Paket Oase memahami benar tentang NTT.
Penulis Andi Ilham Sulabessy















