Kupangmetro — Sejak berubah status dari Wilayah Kerja Pelabuhan Atapupu menjadi Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Wini sejak 23 September 2023, Kepala UPP Kelas III Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Abdul Syukur Aklis terus melakukan pembenahan.
Pembenahan yang dilakukan Syukur selaku Kepala UPP Kelas III mulai dari penambahan personil, penataan infrastruktur berupa perbaikan Fender pelabuhan (bantalan pelindung yang dipasang di dermaga), serta termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut serta PT Pelni agar Pelabuhan Wini dapat disinggahi kapal penumpang milik PT Pelni.

Upaya Kepala UPP Wini Kelas III Abdul Syukur Aklis untuk membantu warga TTU, Belu dan Malaka dalam mendapatkan kemudahan di sektor pelayanan transportasi laut juga dikordinasikan dengan anggota DPR RI dari NTT, khususnya Dapil NTT 2, Esthon Foenay dan Usman Husin dengan menemui langsung di Gedung DPR RI Jakarta guna mendapat dukungan.
“Dari hasil koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut dan PT Pelni termasuk Pelni cabang Kupang, maka diharapkan pada Tahun 2027 mendatang, Pelabuhan Wini sudah dapat disinggahi Kapal angkutan penumpang milik PT Pelni, yakni KM Lawit,” kata Syukur di Kupang, Selasa (10/3/2026).
Menurut Syukur, dengan disinggahinya Pelabuhan Wini diharapkan dapat membantu masyarakat di Kabupaten TTU, Belu dan Malaka, termasuk warga Distrik Oecusi, Timor Leste yang ingin keluar daerah dengan menggunakan kapal laut.
“Dengan adanya Kapal Pelni yang menyinggahi Wini maka dapat membantu warga TTU maupun warga Belu dan Malaka yang ingin pergi bekerja keluar daerah seperti ke Kalimantan karena dapat menghemat biaya perjalanan yang harus melalui Pelabuhan Tenau Kupang,” jelas Syukur.

Untuk itu upaya yang dilakukan pihak UPP Wini yakni dengan meminta surat rekomendasi dari Bupati TTU karena syarat untuk mendatangan Kapal Pelni harus mendapatkan rekomendasi dari kepala daerah setempat dan Pemerintah Provinsi.
Menurut Syukur, pada tahun 2026 ini KM Lawit sudah menyinggahi Pelabuhan Wini, tetapi karena ada keterlambatan Surat dari Pemkab TTU dan Pemprov NTT yang baru dikirim pada bulan Oktober 2025, sehingga pembahasan menyangkut trayek KM Lawit untuk tahun 2026 telah dibahas oleh manejemen PT Pelni pada Maret 2025, maka rencana pelayaran untuk menyinggahi Pelabuhan Wini ditunda ke tahun 2027 mendatang.
“Hal ini sudah disampaikan ke Bupati bahwa rencana KM Lawit untuk melayani rute Wini ditunda ke tahun 2027,” ungkap Syukur.
Adapun KM Lawit direncakan akan menyinggahi Wini dengan rute Kalabahi – Wini – Kupang – Kalabahi – Waingapu – Surabaya – Semarang – Kumai (Kalimantan).
“Dengan adanya KM Lawit yang akan menyinggahi Pelabuhan Wini maka dengan sendirinya akan membantu masyarakat sekitar karena akan ada Pedagang kaki Lima, jasa angkutan penumpang serta dapat mengurai pengguna jasa pelayaran yang hanya terkonsentrasi di Pelabuhan Tenau Kupang”, ungkapnya.
(Andi Ilham Sulabessy)















