Kupangmetro – Bagi warga Kota Kupang, nama Matheos Viktor Messakh sudah tidak asing karena sosok yang satu ini sangat familiar dan dikenal oleh berbagai kalangan terutama dikalangan mahasiswa dan aktifis Lembaga Swada Masyarakat (LSM).
Pria kelahiran Rote 30 Juni 1973 ini, saat ini aktif di Bidang Sosial Kemasyarakatan terutama sebagai konsultan pada LSM dan juga sebagai peneliti yang hasil karyannya banyak dirasakan masyarakat. Salah satu penelitiannya untuk lembaga SurfAid di Kabupaten Rote Ndao yakni tentang budaya sehat masyarakat Rote, serta yang saat ini sedang dilakukan riset yakni sejarah Jemaat GMIT Nunhila, Kota Kupang.
Tidaklah berlebihan jika Alumnus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 1997 ini dikenal karena sejak masih kuliah, Matheos Viktor Massakh atau yang biasa disapa Atok sudah menampakan minatnya pada organisasi sehingga membuatnya peka dan kritis terhadap berbagai persoalan atau issue yang ada di masyarakat.
Sebagai seorang aktifis mahasiswa, Atok juga pernah mendirikan majalah mahasiswa ‘Scala’ yang terkenal kritis dan tajam dengan tulisan-tulsannya terutama dalam mengkritisi persoalan-persoalan kampus hingga memimpin demonstrasi mahasiswa tahun 1998 di Kupang kala itu.
Dengan keberaniannya mengkritisi persoalan yang ada di Kampus, Atok dipercaya oleh teman-teman mahasiswa untuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa UKAW Kupang (1997-1998), serta Koordinator Nasional Forkom Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Kristen se-Indonesia (1998).
Setelah menyelesaikan studi S1, Atok sempat bergabung dengan LSM PIAR dan mempelopori banyak hal termasuk mendirikan majalah advokasi Udik.
Pada 2003, dengan beasiswa Ford Foundation, Atok melanjutkan studi journalism di Nottingham Trent University, Inggris. Setelah menamatkan studinya tahun 2005, Atok ke Dili, Timor Leste dan bergabung dengan Commissao Acolhimento Verdade e Reconciliacao (CAVR) atau Komisi Penerimaan, Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor-Leste dan menjadi salah satu editor laporan final yang kemudian diserahkan ke Majelis Umum PBB.
Selepas CAVR, Atok hengkang ke Jakarta dan bergabung dengan surat kabar berbahasa Inggris The Jakarta Post hingga menduduki jabatan sebagai editor di media tersebut.
Enam tahun bergabung dengan surat kabar The Jakarta Post, Atok lagi-lagi mendapat beasiswa untuk studi ilmu sejarah di Universitas Leiden, Belanda dan mendapat gelar doktorandus.
Sekembalinya dari negeri Belanda, Atok lebih memilih berkarya di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT untuk menjalankan media online Satutimor.com.
Tidak dipungkiri bahwa sebagai mantan aktifis, ketertarikannya terhadap politik sangat kuat sehingga tidak heran jika saat ini Atok mendapat kepercayaan dari Partai Demokasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) NTT untuk maju dalam pencalegkan pada pemilu 2024 mendatang dengan menjadi Caleg untuk DPRD Provinsi NTT dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi seluruh wilayah Kota Kupang.
“Beta pung visi sederhana sa, sonde muluk-muluk. Kalau jadi DPR sonde pancuri sa su bae. Abis itu pake otak ko laksanakan tugas DPR sebagaimana diamanatkan Undang-undang. Itu butuh otak, kreatifitas dan pengalaman pembanding yang cukup. Beta su cukup jalan, baik di dalam maupun luar negeri, jadi paling kurang beta punya pembanding bagaimana sebaiknya politik yang bermartabat itu, politik yang benar-benar memikirkan kemaslahatan orang banyak bukan pikir perut sendiri,” ungkap Atok.
Data Pribadi
Nama : Matheos Viktor Messakh
Istri : Ferderika Tadu Hungu, MA
Anak-anak : Tiadea R.I. Messakh
Rubamuri Zemira Messakh
Orang tua : Ayah: Benjamin Messakh, BA (almarhum),
Ibu: Loudya Messakh-Lenggu, Amd
Saudara-saudara:
Pdt. Dr. Besly Messakh, MTh (Almarhum)
Thobias Arnoldus Messakh, SIP, MIP
Simon Benyamin Messakh
Yakobis Benyamin Messakh
Mofiraly Julius Engelberth Messakh, MA
Pendidikan
Leiden University, Belanda (2013)
The Nottingham Trent University, Inggris (2005)
Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang (1997)
SMAN 2 Kupang (1989-1990), SMAN 1 Kupang (1991)
SMPN 2 Kupang (1989)
SDI Merdeka, Kupang Timur, SDN Batuplat, SDI Lalao, & SD GMIT Oeulu, Rote Timur (1979-1986)
Karir Profesional
Yayasan Bambu Lestari (Bamboo Environmental Foundation, Gianyar, Bali (2022-2023)
Yayasan Alfa Omega Kupang – Kabag Umum (Sept 2017- Sept 2018)
Media online Satutimor.com – Pendiri dan Pemimpin Redaksi (2014-2015)
The Jakarta Post — Reporter, Deputy Editor, Editor (Sept 2006 – Agus 2012)
CAVR Dili – Co-editor, editor Final Report ke PBB (Jan 2005 – Jan 2006)
Xtreme Information Ltd, London – Penerjemah iklan-iklan TV Indonesia (2004-2005)
Majalah Sulat Timor GMIT, Kupang. – Pemimpin Redaksi (2002-2003)
PIAR NTT – Kepala Divisi Publikasi dan Informasi/Pemred Majalah Udik (1999-2002)
Pengalaman Berorganisasi (Terpilih)
Anggota Dewan Pakar DPW Partai Nasdem Provinsi NTT (2022-mengundurkan diri 2023)
Pengurus Badan Perwakilan GMIT Jakarta (2008-2009)
Anggota GMKI Cabang Kupang (1996-1999)
Koordinator Nasional Forkom SMPTKI (1998-1999)
Ketua Umum Senat Mahasiswa UKAW Kupang (1996-1998)
Pelatihan (Terpilih)
Press Fellowship Program antara Seoul National University dan LG Sangnam Press Foundation di Seoul, Agust-Sept 2009.
Latihan Kepemimpinan dalam Social Justice yang diadakan Ford Foundation di Utrecht, Belanda, Agust. 2004.
Lokakarya Fasilitator Pendidikan Politik oleh INSIST di Yogjakarta, Maret 1999.
Penghargaan (Terpilih)
Pemenang Terbaik artikel media cetak dalam Djarum Indonesia Open Super Series badminton tournament 2010.
Pemenang ISAI Award untuk media alternative media di tahun 2001 (majalah Udik).
Buku (Terpilih)
Sebagai anggota Tim Penulis: Enduring Impunity: Women Surviving Atrocities in the Absence of Justice, Jakarta: AJAR, 2015.
Sebagai editor: Perempuan di/Bawah Laki-laki yang Kalah: Kekerasan terhadap Perempuan dalam Kamp Pengungsi Timor-Timur di Timor Barat, Jogjakarta: JKPIT and TKTB, 2001].
Penelitian-Penelitian (Terpilih)
Healthy Culture on Rote Island: Study of Rotenesse Culture as Part of a Joint Study “Improving the Nutritional Status of Women and Children and Building the Resilience of Remote Communities in Rote” | lead a team of researchers Commissioned by SurfAid International | July 4, 2022 – August 15, 2022.
Cultural Aspects of Child Parenting in Amanuban, TTS District: A Case Study of Bone, Kele and Basmuti Villages | Commissioned by Yayasan Wahana Visi Indonesia NTT | April 2020.
NTT Tourists Destination Digital Project: Mollo region of TTS District.|Commissioned by Tourism and Creative Economy Agency of NTT Province | served as research coordinator| May-June 2019.
Komunitas Membaca dan Membaca Komunitas: A Participative Study on Social and Cultural System in Mollo, TTS District, NTT | Member of research team and editor | Commissioned byPIKUL NTT and published in Journal of NTT Development Studies . (andi sulabessy/***)















