Kupangmetro — Kejuaraan Shorinji Kempo Kategori Pelajar dan Mahasiswa antar Dojo se Kota Kupang Tahun 2024 tanggal 30 Agustus sampai 1 Sepetember 2024 di Gedung Koni Nusa Tenggara Timur sebagai ajang seleksi untuk mengikuti Kejuaraan Shorinji Kempo Antar Daerah (Kejurda) se-NTT yang akan digelar pada Oktober 2024 mendatang.
“Kejuaraan yang digelar ini untuk mempersiapkan atlet pelapis Perkemi Nusa Tenggara Timur dalam upaya mempersiapkan kejuaraan Shorinji Kempo Level Nasional dan Internasional,” ungkap Rahmat Mukolan selaku ketua panitia penyelenggara, Jumad (30/8/2024).
Rahmat Mukolan juga menyebut kejuaraan shorinji Kempo kategori pelajar dan mahasiswa antar Dojo ini juga untuk menjaring atlet muda berprestasi yang akan dibina dalam upaya persiapan menghadapi POPNAS XVII Tahun 2025 di Aceh, dan juga untuk menjaring dan mempersiapkan atlet-atlet pelapis Shorinji Kempo Nusa Tenggara Timur dalam rangka Persiapan PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur,
Adapun jumlah kenshi atau atlet yang mengikuti pertandingan sebanyak 541 Kenshi yang berasal dari 27 Dojo se Kota Kupang serta dari Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Timor Tengah Utara.
Sementara Nomor yang dipertandingkan yaitu 72 nomor, dengan perincian 26 Kelas/Tanding Randori (Perkelahian Bebas) dan 46 Nomor Embu (Kerapihan Teknik).
Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Sensei George Hadjoh saat membuka Kejuaraan Shorinji Kempo antar Dojo se Kota Kupang menegaskan, dalam pertandingan yang dilaksanakan selama Tiga hari diharapkan dapat melahirkan kenshi yang berkarakter dan disiplin.
“Karakter akan membentuk prestasi, dan jangan jadikan kemenangan sebagai tujuan, namun jadikan kemenangan sebagai motivasi untuk terus berlatih,” kata George Hadjoh.
Untuk itu kata George Hadjoh yang juga Calon Walikota Kupang Periode 2024-2029 yang dikenal dengan ‘Gacor’ ini mengatakan, untuk mencari dan mendapatkan atlet atau kenshi yang berprestasi maka setiap bulan akan dilaksanakan pertandingan Kempo.
“Dalam pertandingan, kalah dan menang itu hal biasa. Bagi yang kalah itu bukan akhir tetapi menjadi motivasi untuk terus berlatih,” kata George Hadjoh.
Penulis Andi Ilham Sulabessy















