Kupangmetro – Sebagai salah satu bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang sebelumnya turut serta dalam konstetasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2024 – 2029, Orias Petrus Moedak – Sebastian Salang atau yang dikenal dengan Paket Oase secara resmi menyatakan tidak mengikuti konstetasi dalam ajang Pilgub NTT 27 November 2024.
“Dengan rasa hormat, kami paket Oase menyatakan secara resmi kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur bahwa kami tidak mengikuti kontestasi Pilgub NTT tahun 2024,” ungkap Orias Petrus Moedak bersama Sebastian Salang melalui siaran Pers yang diterima media, Kamis (29/8/2024).
Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan yang matang terkait dinamika politik yang berkembang serta beberapa persyaratan lanjutan partai yang tidak sejalan dengan prinsip dan nilai yang diyakini dan diperjuangkan paket OASE.
“Mahar politik adalah salah satu faktor yang menyebabkan biaya politik menjadi sangat mahal. Dan hal itu sangat membebani para calon baik dalam proses maupun ketika terpilih. Sehingga tidak heran jika banyak kepala daerah yang terseret kasus korupsi,” ungkap Orias.
Sejak awal saat paket OASE menyatakan maju dalam perhelatan Pilgub NTT, Paket Oase telah mengusung tagline yang bisa dibilang sangat prinsipil yakni “Jangan mencuri”. Tagline yang tidak lazim ini merupakan sebuah pesan moral sekaligus prinsip nilai yang selalu diperjuangkan.
“Dengan tidak terlibat dalam praktek mahar politik adalah sikap yang diambil meski dengan resiko batal menjadi kontestan dalam pilkada,” ungkap Orias Petrus Moedak yang telah ditunjuk Presiden sebagai Dubes RI di Tokyo, Jepang.
Kendati demikian Paket OASE mengapreasiasi dan berterima kasih secara khusus kepada Partai Hanura dari level DPD sampai ke level pusat dan khususnya kepada Ketua Umum Partai Hanura yang telah mendukung penuh paket OASE dengan memberikan rekomendasi.
“Terima kasih yang tulus dari kami berdua (Orias Petrus Moedak – Sebastian Salang, red) kepada seluruh tim, relawan, wartawan dan semua pihak yang telah mendukung dan bekerja dengan caranya masing-masing. Kami menyadari pasti ada yang kecewa, marah, menyesal dan bahkan sulit menerima dengan keputusan ini, dari hati terdalam kami berdua mohon maaf. Demi prinsip nilai yang diyakini dan diperjuangkan kita harus memilih jalan ini,” ungkap Orias Moedak dan Sebastian Salang.
Bagi Orias dan Sebas, walau tidak mengikuti konstetasi Pilgub NTT periode 2024-2029, namun sebagai putra NTT keduanya tetap berkomitmen untuk berkontribusi bagi NTT meski tidak melalui jalur politik. “Kami akan terus berjuang untuk kemajuan daerah ini melalui berbagai cara dan inisiatif lainnya ,” ungkap Orias.
“Kami berharap bahwa siapa pun yang terpilih dalam Pilgub NTT 2024-2029 nanti dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa NTT ke kondisi yang lebih baik. Dan semoga spirit nilai jangan mencuri dapat diterapkan dalam memimpin dan mengelola NTT,” kata Orias. (***/Andi Ilham Sulabessy)















