Kupangmetro — Perayaan Hari Ulang Tahun Kota Kupang tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Kupang pada Sabtu 25 April 2026, tidak saja dilakukan upacara bendera tetapi dimeriahkan pula dengan Karnaval Budaya yang diikuti sedikitnya 50 komunitas yang terdiri dari kelompok etnis, organisasi serta lembaga pemerintah maupun swasta dengan menampilkan berbagai tarian daerah.
Wali Kota Kupang Christian Widodo mengatakan, karnaval budaya yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kupang bukan sekedar sebuah parade, tapi sedang merayakan sebuah identitas dengan keberagaman yang ada.
“Keberagaman di Kota Kupang itu bukan menjadi penghalang, tetapi dia menjadi kekuatan. Dan bukan juga menjadi jarak pemisah, tapi menjadi jembatan,” ungkap Wali Kota Christian Widodo saat membuka Karnaval Budaya Kota Kupang.
Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kupang merupakan pertama kalinya dalam sejarah sejak Kota Kupang ada sehingga diharapkan bisa menjadi warisan bagi penerus kedepan. “Mimpi saya itu nanti kedepan siapapun yang pimpin Kota Kupang, karnaval budaya ini tetap menjadi warisan yang paling indah dari kami berdua,” ungkap Wali Kota.
Wali Kota berharap pegelaran budaya tahun-tahun mendatang akan semakin ramai. Harapan itu seiring dengan keyakinan Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Kupang yang menginginkan bahwa karnaval budaya Kota Kupang akan selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh warga Kota Kupang.
“Saya yakin tahun depan ini pasti lebih ramai lagi. Dan mimpi kami berdua itu suatu hari nanti karnaval budaya ini akan ditunggu-tunggu oleh seluruh warga kota Kupang. Itu mimpi kami berdua,” ungkap Wali Kota Kupang.

Â
Tonggak Kemajuan Pelaku Industri
Pegelaran Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kupang tahun 2026 menjadi babak baru dalam peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat melalui Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).
Menurut Wali Kota Kupang Christian Widodo, pendapatan masyarakat melalui UMKM yang diperoleh dari event pegelaran Karnaval Budaya cukup signifikan, mulai dari make up, kostum beserta perlengkapan aksesoris hingga kuliner ditambah jasa transportasi.
“Jadi bukan hanya UMKM-UMKM yang hidup, tapi juga industri kreatif kita bertumbuh-” jelas Wali Kota.
Â
Â
(Andi Ilham Sulabessy)














