Kupangmetro — Bencana alam berupa Banjir Bandang yang menerjang 10 Desa di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur pada 8 September 2025 mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Provinsi NTT, Paulinus Nuwa Veto dan Paulus Lobo.
Anggota DPRD Provinsi NTT dari Daerah Pemilihan NTT 5 yang meliputi Ende, Nagekeo, Ngada dan Sikka ini langsung melakukan koordinasi dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena beserta jajaran Dinas teknis terkait serta Bupati Nagekeo, Simplesius Donatus di rumah jabatan Gubernur NTT di Kupang pada Selasa 9 September 2025 malam.
Dalam pertemuan tersebut, anggota DPRD dari Fraksi Persatuan Hati Nurani Rakyat Paulinus Nuwa Veto dan sekertaris Fraksi Paulus Lobo meminta Pemerintah Provinsi NTT melakukan penanganan jangka pendek terhadap korban banjir Bandang di Kabupaten Nagekeo dengan menurunkan sejumlah alat berat guna membersihkan timbunan material yang terbawa banjir disekitar lokasi bencana.
“Bantuan alat berat itu untuk membantu Pemerintah Kabupaten Nagekeo guna membersihkan tumpukan material yang menutupi ruas jalan provinsi yang tertimbun material akibat banjir”, kata Nuwa Veto, Rabu (10/9/2025) di Gedung DPRD NTT.
Nuwa Veto yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi Persatuan Hati Nurani Rakyat DPRD NTT juga menjelaskan, selain meminta bantuan alat berat, mereka juga meminta Pemprov NTT melalui Gubernur untuk menyalurkan bantuan makanan, minuman serta obat-obatan bagi warga 10 Desa yang terdampak bencana banjir Bandang.
Selain itu katanya, kepada Gubernur mereka juga meminta agar Pemprov NTT membuka Posko Penanganan Bencana Banjir Bandang agar seluruh kegiatan terkait penanganan bencana dapat terkoordinir.
Senada dengan Nuwa Veto, Sekertaris Fraksi Persatuan Hati Nurani Rakyat DPRD NTT, Paulus Lobo menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan masyarakat terdampak agar tetap tenang. Sebab katanya dirinya telah meminta Gubernur NTT untuk memerintahkan Dinas teknis terkait untuk melakukan pembersihan di lokasi yang terdampak serta melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak seperti jalan dan jembatan.
“Kami juga meminta Pemerintah Provinsi untuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah infrastruktur serta menyuplai air bersih kepada masyarakat serta membuka dapur umum”, ungkap Paulus Lobo.
Dalam pertemuan tersebut kata Lobo, Pemprov NTT menurut Gubernur akan meminta bantuan Helikopter dari Polda NTT untuk melakukan pendropingan bahan bantuan ke lokasi bencana.
Menurut Gubernur kata Lobo, saat ini satu-satu Helikopter yang ada di NTT hanya milik Polda NTT sehingga Gubernur akan meminta bantuan dari Polda NTT. “Transportasi darat putus total karena satu-satunya jembatan yang menghubungkan ke lokasi bencana tidak dapat dilalui kendaraan sehingga harus menggunakan transportasi udara”, ungkap Lobo.
Untuk penanganan jangka panjang menurut Paulus Lobo perlu adanya kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten agar rumah warga yang hancur akibat diterjang banjir dapat dibangun kembali.
“Kami juga meminta kepada Gubernur agar membangun kembali jembatan yang putus walau secara darurat agar segera dikerjakan guna mempermudah akses bantuan kepada masyarakat”, katanya.
Saat ini kata Lobo, sebagian warga secara mandiri telah meninggalkan lokasi bencana dan mencari tempat yang dianggap aman untuk menetap sementara.
“Kami juga meminta semua pihak untuk turut membantu dalam penanganan bencana banjir bandang yang menerjang 10 Desa di Kabupaten Nagekeo”, pintanya.
Untuk diketahui, bencana banjir bandang yang menerjang sedikitnya 10 Desa di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo pada Senin 8 September 2025 diakibatkan oleh hujan lebat yang terjadi di daerah gunung Abulobo sehingga mengakibatkan banjir bandang.
Berdasarkan informasi dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo, akibat banjir bandang tersebut mengakibatkan sedikitnya Empat orang meninggal dunia, Empat orang lainnya dinyatakan hilang. Sedangkan lokasi terparah terjadi di Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo.
(Andi Sulabessy)















