Kupangmetro — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten TTU dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan sehingga diharapkan Pemerintah Kabupaten TTU dapat mempertahankannya guna mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Walau target PAD Kabupaten TTU belum sepenuhnya tercapai, namun realisasi pendapatan daerah dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan yang positif,” kata Ketua DPRD Kabupaten TTU, Kristo Efi usai kegiatan pendalaman Tugas dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTT di Hotel Aston Kupang, Kamis (12/3/2026).
Menurut Politisi Senior Partai Golkar Kabupaten TTU ini, pada tahun 2024 target PAD Kabupaten TTU sebesar Rp67 miliar dengan realisasi sekitar Rp48 miliar. Sementara pada tahun 2025 target PAD naik menjadi Rp83 miliar dengan realisasinya mencapai Rp69 miliar lebih.
Dijelaskannya, sejak Tahun Angaran 2024 hingga 2025, ada peningkatan yang cukup signifikan, yakni pada Tahun Anggaran 2024 PAD ditargetkan sebesar Rp67 miliar dengan realisasi sekitar Rp48 miliar. Kemudian pada Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp83 miliar, realisasinya hampir mencapai Rp70 miliar.
Dengan adanya peningkatan realisasi PAD tersebut, DPRD kata Christo mengapresiasi kinerja dan upaya Pemerintah sehingga hal itu menjadi indikator positif dalam pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah dalam memperkuat pembiayaan program pembangunan masyarakat.
Sementara untuk Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten TTU menargetkan PAD sebesar Rp88 miliar. “Diharapkan realisasinya dapat mencapai Rp80 miliar,” harapnya.
Kendati demikian, dari sejumlah anggaran yang ada, masih didominasi oleh belanja pegawai serta belanja barang dan jasa. Untuk itu katanya, Pemerintah Kabupaten TTU perlu menyesuaikan program pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah.
Kebutuhan Masyarakat Harus Menjadi Prioritas Pembangunan
Menurut Ketua DPRD TTU, Christo Efi, Pembangunan Daerah harus tetap diarahkan pada visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati serta harus menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Ada sejumlah kebutuhan dasar masyarakat TTU yang perlu mendapat perhatian serius, antara lain infrastruktur jalan dan jembatan, pertanian, terutama penyediaan jaringan irigasi, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan,” katanya.
Diakuinya, saat ini di Wilayah Kabupaten TTU, masalah utama masyarakat masih pada infrastruktur jalan dan jembatan selain di sektor pertanian yang memerlukan saluran irigasi.
Dalam penilaian DPRD, dengan adanya peningkatan PAD setiap tahun, maka DPRD berharap pemerintah daerah dapat semakin optimal dalam membiayai program pembangunan terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten TTU.
(Andi Ilham Sulabessy)















