Kupangmetro — Memasuki pertandingan hari Kedua Open Tournament 2023 Diklat Taekwondo Club yang diselenggarakan di Gedung Olah Raga (GOR) Oepoi, 10-12 November 2023, banyak dihujani protes dari pengurus/Pelatih Dojang Taekwondo serta orang tua atlet peserta pertandingan.
Protes yang ditujukan kepada panitia pertandingan diduga akibat keberpihakan panitia atau wasit yang memimpin jalannya pertandingan kepada atlet tertentu.
Bahkan dalam pertandingan hari kedua, Sabtu 11 November 2023, sempat terjadi adu mulut antara sesama pengurus dojang, namun dapat dilerai oleh panitia dan sesama pengurus dojang.
Seperti yang disaksikan media, protes yang dilakukan pengurus dojang maupun orang tua dari atlet disebabkan karena adanya perpindahan atlet dari dojang yang satu ke dojang yang lain sehingga menimbulkan protes dari pengurus dojang awal tempat atlet tersebut berlatih.
Menurut Ketua Harian Taekwondo Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Obed Djami, keributan yang terjadi saat jalannya pertandingan diakibatkan karena tidak patuhnya pengurus terhadap keputusan yang telah ditetapkan dalam Technicall Meeting (TM).
“Hal-hal yang telah ditetapkan dalam TM merupakan keputusan bersama”, ungkap Djami, Sabtu (11/11/2023) disela-sela pertandingan.
Sementara terkait dengan adanya protes dari pengurus/pelatih terhadap atlet yang pindah club atau dojang, menurut Djami, harus sesuai dengan aturan yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Mengenai perpindahan atlet diatur dalam Anggaran Dasar BAB 15 pasal 32 dan Anggaran Rumah Tangga khususnya dalam BAB 10 Pasal 33 yang mengatur tentang perpindahan atlet minumal harus Satu Tahun baru bisa pindah”, beber Djami.
Open Tournament 2023 Diklat Taekwondo Club yang dilaksanakan selama Tiga hari diikuti sebanyak 1.006 atlet Taekwindo yang berasal dari berbagai Dojang di Kota Kupang dan kabupaten Timor Tengah Utara. (andi sulabessy)















