Kupangmetro — Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Kupang akan menggelar turnamen Tenis memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Kupang Cup II yang akan dilaksanakan mulai 7 – 9 November 2025.
Turnamen Tenis Wali Kota Kupang Cup Kedua tahun 2025 ini digelar oleh Pelti Kota Kupang dengan menggandeng Pemerintah Kota Kupang setelah sebelumnya pada 2024 lalu juga telah digelar.Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang yang pertama.
Ketua Panitia Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang Cup II Luther Kana menjelaskan, saat ini panitia turnamen telah mempersiapkan sarana dan prasarana dalam rangka pelaksanaan Turnamen dimaksud.
“Lapangan dan venue tempat berlangsungnya turnamen telah dikoordinasikan dan disiapkan oleh panitia”, ungkap Luther Kana di Kupang, Jumat (31/10/2025)
Menyangkut dengan lapangan yang akan dipakai sebagai tempat berlangsungnya turnamen, panitia telah menyiapkan Tiga lapangan Tenis yang ada di Kota Kupang, yakni Lapangan Tenis milik Perum Bulog di Kelurahan Oebobo, Lapangan Tenis Bank Indonesia Perwakilan NTT di Jalan Cak Doko Kelurahan Oebobo dan Lapangan Tenis Bina Marga Dinas PU Provinsi NTT di jalan W.J. Lalamentik Kelurahan Oebobo.
“Tiga lapangan itu yang kita telah lakukan koordinasi dan sudah ada jawaban sehingga dapat digunakan”, jelas Kana.
Sementara menyangkut dengan peserta atau atlet yang akan ikut berlomba dalam turnamen dimaksud berasal dari seluruh Kabupaten Kota se Provinsi NTT serta ada juga peseta dari negara Timor Leste.
Para peserta turnamen lanjut Kana telah mendaftarkan diri baik itu Klub maupun secara pribadi melalui online atau mendaftar secara langsung ke panitia pendaftaran.
Para peserta yang telah mendaftarkan diri dalam turnamen Tenis dimaksud berasal dari peserta beginner atau pemula, serta ada juga peserta yang memang mempunyai hoby Olah Raga Tenis. “Mereka begitu antusias untuk mengikuti turnamen ini. Dan sampai saat ini sudah ada sekitar Delapan pasang yang mendaftar”, kata Luther.
Selaku ketua pantia pelaksana, Luther Kana yang juga menjabat Sekertaris Pengda Pelti NTT menambahkan, pada turnamen Tenis Wali Kota Kupang Cup II tahun 2025, selain memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Kupang, panitia juga telah menyiapkan medali serta uang pembinaan bagi atlet Tenis yang berprestasi.
Sedangkan kategori yang diperlombakan dalam Turnamen Tenis Wali Kota Kupang Cup II tahun 2025 menurut Luther Kana terdiri dari kelas junior dengan batas usia 8 – 10 Tahun putra putri, kelompok usia 11 – 14 tahun putra putri serta kelompok usia 15 – 17 Tahun putra putri.
Selain itu ada juga kelompok Beginner Ganda Putra Putri, Ganda Putri Open (tanpa batasan senior/junior) serta kelompok Beregu Putra Open yang menjadi kelas utama untuk memperebutkan Piala bergilir Wali Kota Kupang serta ada juga kelompok Petenis Profesional.
“Untuk kategori Petenis profesional dibagi menjadi kelompok umur 80, 100 dan 110. Yang dimaksud kelompok umur 80 yakni pasangan yang usia masing-masing petenis dijumlahkan sehingga menjadi 80. Begitu juga dengan kelompok 100 dan 110. Namun untuk kelompok 110 mungkin ditiadakan”, jelas Luther.
Namun demikian lanjut Kana, ada kemungkinan bisa berubah dengan melihat antusias dan kemauan daripada petenis yang ada saat technical meeting. Sementara untuk kelompok umur 18 hingga 29 tahun ada sedikit kelonggaran untuk mengakomodir karena di kelompok umur tersebut awalnya dibatasi dibawah 30 tahun.
Persiapan Menuju PON 2028
Luther Kana yang juga selaku Sekertaris Pengda Pelti NTT mengatakan, turnamen Tenis Wali Kota Kupang Cup II yang diselenggarakan ini merupakan ajang pencarian bibit atlet tenis guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 202 mendatang yang akan digelar di Kupang.
Bagi Pelti Kota Kupang, turnamen tenis ini bisa terselenggara karena adanya perhatian dari Wali Kota Kupang, Christian Widodo terhadap cabang Olahraga Tenis. “Terus tingkatkan dan memasyarakatkan olahraga tenis bagi masyarakat Kota Kupang”, ungkap Wali Kota yang dikutip Ketua Panitia Luther Kana.
Menurut Kana, Wali Kota Kupang juga berpesan kepada seluruh pengurus Pelti Kota Kupang agar terus membuka wawasan masyarakat Kota Kupang bahwa cabor Tenis adalah olahraga milik semua kalangan masyarakat sehinga kesan bahwa Tenis merupakan cabor mahal atau cabor elite tidak ada dalam pandangan masyarakat.
“Ini bukan olehraga milik kaum elit saja. Wali Kota juga meminta agar pengurus Pelti Kota Kupang bisa memanfaatkan event ini untuk menjaring atlit-atlit tenis berbakat, yang akan dibina khususnya untuk menghadapi PON Tahun 2028 di Kota Kupang mendatang”, katanya.
(Andi Sulabessy)














