Kupangmetro – Ketua Pengda Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Nusa Tenggara Timur Rudi Basuki menyatakan apresiasinya kepada PELTI Kota Kupang yang menggelar Turnamen Tenis Wali Kota Kupang Cup II Tahun 2025 yang akan dilaksanakan pada 7 – 9 November 2025 di Kota Kupang.
“Saya secara pribadi dan selaku Ketua Pengda PELTI NTT sangat bangga dan memberi apresiasi yang besar buat teman-teman PELTI Kota Kupang serta panitia pelaksana Turnamen Tenis Wali Kota Cup II yang akan menggelar turnamen Tenis,” ungkap Ketua PELTI NTT, Rudi Basuki kepada media, Jumat (31/10/2025) melalui sambungan selular.
Selaku Ketua Pengda PELTI NTT dirinya menyebut bahwa dengan adanya Turnamen Tenis yang memperebutkan Piala Wali Kota Kupang masyarakat Kota Kupang juga bisa mendapat hiburan berupa sajian olahraga.
“Memang PELTI ada beberapa event. Tetapi dengan adanya Turnamen Wali Kota Kupang membuat PELTI NTT merasa luar biasa.Karena ada Kota Kupang mengapresiasikan olahraga tenis,”ujar Rudi.
Kota Kupang sebagai barometer olahraga di NTT sudah sepatutnya menggelar even-even olahraga guna menjaring atlet-atlet berprestasi guna menyosong PON 2028 karena NTT khususnya Kota Kupang sebagai salah satu tuan rumah PON selain NTB.
“Kebetulan cabang olahraga tenis pada PON 2028 nanti digelar di NTT. Ini sangat luar biasa dan saya sangat mendukung,” ujarnya.
Tenis Bukan Olahraga Eksklusif
Senada dengan Wali Kota Kupang Christian Widodo, Ketum PELTI NTT Rudi Basuki juga menyebut bahwa cabang Olahraga Tenis bukanlah cabang olahraga eksklusif atau cabang olahraga mahal sehingga hanya diikuti oleh kaum berada. “Jangan dikategorikan Tenis sebagai cabang olahraga eksklusif,” katanya.
Cabang olahraga Tenis saat ini katanya telah menjadi salah satu cabang olahraga fun yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga tidak ada lagi istilah olahraga eksklusif.karena telah memasyarakat.
Saat ini katanya di kota-kota besar termasuk Kota Kupang lapangan Tenis yang ada setiap hari selalu dipenuhi penggemar olahraga Tenis, bahkan untuk bisa dapat bermain tenis saja para penggemar Tenis harus antri.
“Itu artinya cabang olahraga tenis penggemarnya telah banyak. Untuk itulah saya sebagai Ketua Pengda PELTI NTT sangat bangga karena tenis telah memasyarakat,” kata Rudi.
Untuk itu lanjut Rudi dirinya meminta agar seluruh pengurus PELTI baik Kota Kupang maupun Kabupaten agar terus mendorong dan merangsang masyarakat untuk mencintai cabang olahraga Tenis karena program PELTI kedepan adalah pembinaan kepada para atlet terutama kelompok junior sehingga berprestasi.
“Pembinaan difokuskan kepada kelompok junior karena ada kelas-kelasnya sesuai dengan regulasi yang ada di PELTI Pusat, yaitu ada kelas kelompok umur, ada prestasi, dan juga ada yang namanya beginner atau pemula,” jelas Rudi.
(Andi Ilham Sulabessy)














