Sabu Raijua – kupangmetro.com – 21 Juni 2026 -Tampilan luar yang menarik tidak selalu menjamin kualitas isi yang setara. Hal itu terlihat dari keluhan yang disampaikan warga terkait peredaran beras bermerek Buah Manis di wilayah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Meskipun kemasannya terlihat rapi dan menarik, kualitas beras di dalamnya dinilai jauh di bawah harapan pembeli.
Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat setempat, Ama Mapia, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (21/6/2026) pukul 10.20 WITA.
Menurut Ama Mapia, kondisi beras bermerek Buah Manis sangat kontras jika dibandingkan dengan beras yang disalurkan Perum Bulog ke desa‑desa di wilayahnya.
“Kalau beras Bulog yang dibagikan ke desa‑desa, sejauh ini belum ada saya dengar ada pengaduan. Butirannya sangat bagus, hampir tidak ada yang patah. Berbeda dengan beras bermerek Buah Manis, kemasannya memang bagus, tapi kualitas isinya tidak sesuai harapan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya perlindungan hak konsumen. Oleh karena itu, Ama Mapia meminta aparat keamanan dan tim pengawas pasar , khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sabu Raijua untuk bertindak tegas.
Ia juga mendesak agar dikenakan sanksi tegas kepada oknum pemasok yang diduga mendatangkan beras tidak layak konsumsi ke wilayah Sabu Raijua.
“Masyarakat butuh kepastian barang yang aman dan berkualitas. Pengawasan harus diperketat supaya tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkas Ama Mapia.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak pemasok beras terkait keluhan tersebut.
*(Rinto)













