Ba’a, kupangmetro.com- Keluarga korban yang lompat dari kapal ferry Garda Maritim 3 meminta pihak kepolisan, Garda Maritim dan Badan SAR untuk terus mengintensifkan pencarian terhadap Randi Pandie, yang hingga kini belum ditemukan.
Randie diketahui melompat dari kapal Ferry Garda Maritim 3, Rabu (22/11/2023) sekitar pukul 17.00 Wita saat kapal berlayar di area Pantai Baru dan belum ditemukan hingga kini, Jumat (24/11/2023) malam.
Juru Bicara Keluarga Pandie, Satrio Pandie meminta kepada pihak Garda Maritim dan kepolisian untuk terus berkoordinasi dengan Tim SAR untuk sesegera mungkin menemukan korban.
Keluarga khawatir korban dalam kondisi yang lebih buruk lagi, mengingat area itu berbahaya. Area Pantai baru, titik dimana Randi melompat diketahui masih masuk lautan lepas dan banyak buaya di area itu.
“Kita minta tim yang ada untuk terus memperkuat koordinasi dan mengintensifkan pencarian terhadap korban. Kita berharap dia ditemukan dalam kondisi yang baik,” katanya.
“Kami keluarga selau mendoakan Tim Pencarian, dalam perlidungan Tuhan, sehingga anak -adik kami dalam kondisi yang baik-baik saja saat ditemukan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Randy nekad melompat dari kapal Ferry Garda Maritim Rabu (22/11) kemarin. Jenazahnya hingga kini belum ditemukan.
Randi Pandie itu, awalnya dilaporkan hilang oleh keluarga di Kepolisian Sektor (Polsek) Pantai Baru, sebelum akhirnya mengetahui anak mereka itu melompat dari kapal Ferry dari rekaman CCTV kapal.
Informasi yang dihimpun VN dari keluarga korban, Jumat (24/11) Randi berangkat dari Kupang sekitar pukul 14.00 Wita. Namun saat kapal itu mau bersandar di Pelabuhan Ba’a, ia melompat. Seminggu sebelumnya, Randi tiba di Kupang dengan tujuan membeli sepeda motor.
Menurut penuturan keluarga korban Rio Pandie, sesaat sebelum kapal itu hendak bersandar, Randi menelpon orang tuanya, meminta menjemputnya di pelabuhan.
Orang tua korban, kemudian meminta teman-teman Randi yang juga masih keluarga menjemputnya di pelabuhan. Namun setelah sampai di dermaga, teman-temannya itu hanya mendapati sepeda motor yang dibeli Randi itu. Mereka sempat mencari keberadaan Randi namun tak kunjung dapat.
Awalnya keluarga beranggapan korban masih di Kupang, atau sudah di Rote namun belum ke rumah. Keluarga mulai panik, setelah korban tak pulang-pulang dan tidak bisa dihubungi alias hilang kontak.
Keluarga kemudian memutuskan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pantai Baru dengan laporan orang hilang. Keluarga baru mengetahui Randi melompat dari Kapal Ferry setelah mendatangai kapal motor penyebrangan itu dan mengecek CCTV.
Dalam rekaman CCTV itu, korban mengenakan baju putih, naik ke pagar pembatas kapal, kemudian melompat. Keluarga juga melaporkan hal ini ke badan SAR dan tengah melakukan pencarian.
Keluarga masih khawatir, sebab area pantai dimana Randi melompat itu terkenal dengan banyak buaya yang mebuat mereka semakin khawatir. Keluarga juga meminta Kapal Feri Garda Maritim turut bertanggung jawab, setidaknya berusaha mencari korban. (RP)















