Sabu Raijua, NTT –Kupangmetro.com ,-21 September 2025,- Tersiana Radja, istri dari Yulius Kale Rabe alias Lapendos, korban penganiayaan brutal pada 29 Agustus 2024 lalu, menyampaikan keluh kesahnya terkait lambatnya penanganan kasus yang menimpa suaminya. Akibat penganiayaan tersebut, Yulius mengalami cacat permanen.
Dengan nada pilu, Tersiana mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, suaminya adalah tulang punggung keluarga yang berprofesi sebagai penjual ikan. Kini, mereka kesulitan ekonomi hingga terpaksa menjual aset satu-satunya, freezer.
Tersiana juga merasa kecewa dengan kinerja Polres Sabu Raijua yang dinilai lambat dalam menangani kasus ini. “Sudah lebih dari satu tahun kasus ini berjalan, tetapi belum ada keadilan yang kami dapatkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa bukti-bukti penganiayaan sudah jelas, termasuk keterangan saksi yang melihat pengeroyokan terhadap suaminya.
Tersiana berharap agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dengan transparan dan meminta keadilan segera ditegakkan agar keluarganya bisa tenang. Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Sabu Raijua yang menuntut keadilan bagi keluarga korban.
* (Rinto)















