Kupangmetro – Sebagai salah satu wilayah di Kota Kupang yang mengalami pertumbuhan pesat, Kecamatan Alak tentunya dihadapi dengan berbagai persoalan di tengah masyarakat, salah satunya yakni masalah kesehatan.
Persoalan Kesehatan yang banyak dihadapi di wilayah Kecamatan Alak tentunya dipicu oleh berbagai faktor, seperti banyaknya pembangunan infrastruktur seperti Perumahan, Pabrik serta keluar masuknya orang dari luar Kota Kupang karena adanya Pelabuhan laut di Alak.
Dengan demikian berbagai persoalan Kesehatan juga menjadi persoalan serius yang tentunya tidak bisa dihindari.
Data Puskesmas Penkase Oelata mencatat lonjakan kasus penyakit berbasis lingkungan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare menjadi penyakit paling banyak dihadapi warga Alak.
Kepala Puskesmas Penkase Oelata, dr. Yoseph M. Desipung menyebut, akar permasalahan utama adalah menurunnya kualitas kebersihan air dan sanitasi akibat kepadatan penduduk yang tidak diimbangi dengan infrastruktur memadai.
“Secara medis, kombinasi antara air yang terkontaminasi dan sirkulasi udara yang buruk di pemukiman padat menciptakan “zona merah” penularan penyakit,” jelasnya.
Dijelaskan bahwa bakteri e-coli dan virus penyebab diare dapat menyebar dengan cepat melalui sumber air yang tercemar limbah domestik sehingga penyakit ISPA menjadi ancaman serius karena tingginya partikel debu dan polusi udara akibat asap pabrik dan bangunan yang berhimpitan.
“Jika tidak ditangani dengan pendekatan sanitasi total, risiko dehidrasi akut pada balita akibat diare dan kerusakan paru-paru jangka panjang akibat ISPA akan semakin tinggi,” tegasnya.
Saat ini Puskesmas Penkase Oelata melayani Dua Kelurahan dengan Dua Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 21 Posyandu yang berada di Penkase sebanyak Posyandu dan 10 di Alak. “Dengan jumlah yang ada Puskesmas Penkase Oeleta tetap bisa membantu warga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkap Dr. Yoseph.
Puskesmas Penkase Oeleta saat ini memiliki petugas atau tenaga kesehatan yang terbilang paling sedikit jika dibandingkan dengan Puskesmas lain yakni hanya 48 orang termasuk ASN dan P3K. “Namun demikian kami tetap berupaya memberikan pelayanan prima lewat pendekatan ramah masyarakat,” katanya.
Baginya dengan keterbatasan sumber daya manusia yang ada karena hanya memiliki Satu orang dokter tetapi tidak menjadi kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Puskesmas Penkase Oelata hanya memiliki satu dokter umum tetap dan satu dokter pinjaman. Idealnya harus ada Tiga dokter untuk menjaga stabilitas operasional,” tambahnya.
(Andi Sulabessy)














