Kupangmetro — Kepala Puskesmas Naioni, Feri Jelalu menyebut selama kurun waktu Januari hingga Juli 2026, Puskesmas Naioni banyak melayani pasien yang menderita penyakit pilek disertai batuk. Hal ini menurutnya dipengaruhi iklim yang tidak menentu akibat perubahan cuaca.
“Dari sekian banyak pasien yang datang berobat pada umumnya didominasi oleh pasien anak-anak. Dan ini juga dialami oleh hamper semua Puskesmas yang ada di Kota Kupang,” ungkap Feri Jelalu di Kupang.
Untuk itu pihaknya selalu melakukan edukasi kepada masyarakat dalam wilayah pelayanan Puskesmas Naioni, termasuk sampai di Puskesmas-Puskesmas Pembantu (Pustu) hingga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di Tiga Kelurahan, yakni Naioni, Manulai dan Batuplat.
Dalam memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan, pihak Puskesmas juga selalu menyarankan kepada masyarakat agar untuk mencegah terjadinya penyakit, warga selalu diimbau agar selalu mengkonsumsi buah-buahan segar dan makan makanan yang mengandung gizi.

“Walau kondisi ekonomi masyarakat yang kurang begitu baik tetapi pada setiap kesempatan petugas kami selalu mengimbau kepada masyarakat agar selalu mengkonsumsi buah-buahan segar serta makan makanan yang bergizi karena kesehatan sangat penting,” ungkapnya.
Dikatakannya, Puskesmas Naioni saat ini mempunyai Tiga wilayah pelayanan, yakni di Kelurahan Naioni, Kelurahan Manulai serta Kelurahan Batuplat dengan masing-masing Kelurahan terdapat Satu Pustu sehingga jumlah Pustu yang berada dibawah Puskesmas Naioni berjumlah Tiga Pustu, 25 Posyandu serta Satu Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel).
Untuk Poskeskel yang ada saat ini dilayani oleh Dua orang tenaga medis, yakni Satu orang Bidan dan Satu Perawat. Sedangkan untuk Dua Pustu yang berada di Kelurahan Manulai dilayani oleh Lima orang tenaga Kesehatan, yang terdiri dari Empat orang Bidan dan Satu orang Perawat.
“Ini karena pasien paling banyak berada di Pustu jika dibandingkan dengan pasien yang datang berobat di Puskesmas. Hal ini mungkin disebabkan oleh tidak adanya angkutan yang beroperasi melayani rute Manulai-Naioni,” jelas Jelalu.
Sementara untuk tenaga dokter yang ada dan melayani di Puskesmas Naioni berjumlah Lima orang yang terdiri dari Empat orang dokter umum dan Satu orang dokter gigi. “Tetapi saat ini hanya tinggal Satu orang dokter umum dan dokter gigi karena Tiga dokter lainnya saat ini sedang melanjutkan pendidikan diluar NTT,” jelasnya.
(Andi Sulabessy)













