Kupangmetro — Bakal Calon Bupati Sumba Barat Daya (SBD) periode 2024-2029, Agustinus Tamo Mbapa sebut ada Dua persoalan krusial yang saat ini dihadapi masyarakat SBD.
“Pertama, tingkat kemiskinan yang tidak ada penurunan, tidak bergeser bahkan bertambah, Kedua, masalah stunting yang mencapai 44 persen,” sebut Agustinus Tamo Mbapa usai menjalani Fit and Proper Test yang dilaksanakan oleh DPD Partai Hanura NTT di Kupang, Rabu (22/05/2024).
Berdasarkan Dua persoalan tersebut membuat Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang ini merasa terpanggil untuk maju dan bertarung dalam perhelatan politik lima tahunan guna memilih Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten SBD.
Bagi Agustinus Tamo Mbapa atau yang akrab disapa Gustaf, bahwa untuk bisa menurunkan angka kemiskinan harus punya strategi, yakni melalui pengembangan ekonomi rakyat dengan cara mengolah potensi pertanian, Kelautan serta Peternakan.
“Komponen ini bila dikelolah dengan baik maka dipastikan akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di SBD,” tegasnya.
Hal berikut yang sangat penting dan diyakininya akan membawa SBD keluar dari kemiskinan adalah pemimpinnya harus ‘bersih’ dalam artian bahwa sebagai bupati tidak boleh menerima fee proyek. “Bagi saya fee itu adalah penghinaan. Ibarat ikan, bila kepalanya busuk maka semuanya akan busuk. Namun apabila kepalanya bersih maka tentu semuanya bersih,” tegas Gustaf.
Dengan mengusung visi SBD Sejahtera, Rakyat Bahagia dan Empat Misi utama yakni pertama Tata Kelolah Pemerintahan Yang Baik, Kedua Sumber Daya Manusia, Ketiga Peningkatan Ekonomi Rakyat serta Keempat Infrastruktur, bakal calon Bupati SBD ini percaya bahwa masyarakat kabupaten SBD akan menjadi sejahtera dan bahagia.
Mantan Ketua Umum Pemuda Katolik ini juga menyayangkan bahwa hingga saat ini masih terdapat desa di Kabupaten SBD yang belum dilayani listrik. “Ada sebanyak 600 lebih kampung di SBD yang belum dilayani listrik,” bebernya.
Dengan melihat kondisi dan keadaan tersebut kata Gustaf, membuat dirinya merasa prihatin dan memilih untuk kembali ke SBD untuk ‘bertarung’ dalam suksesi calon Bupati.
Penulis Andi Ilham Sulabessy















