Kupangmetro — Bakal Calon Bupati Sumba Barat Daya (SBD) periode 2024-2029, Fransiskus Martin Adi Lalo bertekad membawa Kabupaten SBD kearah yang lebih baik bersama bakal calon wakil Bupati.
“Niat saya untuk maju dalam pemilihan Bupati Sumba Barat Daya karena saya merasa terpanggil untuk membangun SBD,” ungkap Frans Adi Lalo usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan DPD Partai Hanura Provinsi NTT di Kupang, Rabu (22/05/2024).
Fransiskus Adi Lalo yang sebelumnya menjabat Sekertaris Daerah (Sekda) SBD ini menyebut Kabupaten SBD perlu mendapat perhatian serius di segala sektor, baik Kesehatan, Pendidikan, Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Pariwisata.
Sebelumnya Bakal calon Bupati SBD Fransiskus Martin Adi Lalo yang berpasangan dengan Yeremias Tanggu sebagai bakal calon Wakil Bupati telah mendaftar di Lima Partai Politik yakni, Partai Demokrat, Partai Hanura, Gerindra, Golkar dan Perindo.
“Dari Lima Partai Politik yang saya mendaftar, semuanya merupakan Partai terbaik dan para ketua Partai di SBD mempunyai hubungan emosional dengan saya. Soal komunikasi dengan DPD dan DPP kami tetap percaya pada ketua partai ditingkat kabupaten SBD1”, katanya.
Bagi Frans Adi Lalo, persoalan krusial yang dihadapi Kabupaten SBD saat ini adalah masalah kemiskinan ekstrim yang menempatkan SBD pada Kabupaten dengan jumlah angka kemiskinan yang cukup tinggi yakni mencapai 18 ribu kepala keluarga.
“Selain kemiskinan, masalah lain yang saat ini sedang dihadapi pemerintah Kabupaten SBD yakni masalah stunting”, jelasnya.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Sumba Barat Daya Sebagai Rumah Bersama Yang Inklusif, Maju, Toleran, Unggul, dan berdaya saing, Melalui Tata Kelola Pemerintahan Yang Profesional, Transparan dan Akuntabel”, paket pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati ini siap mengantar masyarakat kabupaten SBD kearah yang lebih baik dan sejahtera.
Selain itu disektor Pertanian, dia menilai bahwa pertanian di Kabupaten SBD hingga saat ini belum menunjukan hasil yang siqnifikan sehingga hasil produksi pertanian di SBD masih stagnan, serta masalah peternakan terutama virus babi ASF yang perlu mendapat perhatian serius.
Penulis Andi Ilham Sulabessy















