Kupangmetro — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Perhubungan dalam Tahun Anggaran 2024 akan melakukan rehab atau perbaikan terhadap Empat Terminal angkutan yang dikelolah Dinas Perhubungan.
Keempat Terminal dimaksud yakni Terminal Oebobo di Kota Kupang, Terminal Noelbaki di Kabupaten Kupang, Terminal Kefamenanu di Timor Tengah Utara dan Terminal Lolowa di Kabupaten Belu.
“Keempat Terminal itu merupakan terminal milik Pemprov NTT yang dikelola oleh Dinas Perhubungan NTT,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan NTT Mahadin Sibarani, Jumat (7/6/2024) di Kupang.
Sibarani yang didampingi Sekertaris Dinas Jan Piter Liunome menyebut, total anggaran yang dikucurkan untuk merehab Keempat Terminal angkutan umum sebesar Rp 2 Miliar yang berasal dari APBD NTT tahun anggaran 2024.
“Rehab gedung terminal telah diperjuangkan sejak tahun 2023. Namun karena keterbatasan anggaran maka baru pada tahun 2024 baru dikucurkan. Dan itupun hanya dilakukan rehab sesuai item-item tertentu,” jelas Sekertaris Dishub NTT, Jan Liunome.
Bagi Dishub sebagai pengelolah terminal jelas Liunome, ada sejumlah terminal yang hanya sekedar direhab dan ada juga yang perlu dibangun kembali sehingga anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kembali satu Terminal diperkirakan bisa mencapai Rp 15 Miliar sampai Rp 20 Miliar.
“Seperti pada Terminal Noelbaki Kabupaten Kupang yang kondisi gedungnya sudah selayaknya dibangun kembali, namun karena kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas maka terminal Noelbaki hanya dilakukan rehab sesuai item tertentu,” kata Liunome.
Secara keseluruhan terdapat 9 terminal penumpang yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi NTT yang dikelolah Dinas Perhubungan provinsi. Ke 9 terminal tersebut yakni terminal Oebobo di Kota Kupang, terminal Noelbaki di Kabupaten Kupang, terminal Haumeni di Kabupaten Timor Tengah Selatan, terminal Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara, terminal Lolowa di Kabupaten Belu, terminal Lamoalan di Kabupaten Flores Timur, terminal Watu Jaji di Kabupaten Ngada, terminal Mena di Kabupaten Manggarai serta terminal Nggorang di Kabupaten Manggarai Barat. (Andi Sulabessy)















