Kupangmetro — Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa) yang baru terbentuk pada awal Januari 2025 dan telah di Deklarasi pada 17 Januari 2025 di Jakarta, saat ini telah terbentuk di seluruh Provinsi.
Partai Gema Bangsa yang dipimpin oleh Ahmad Rofiq selaku Ketua Umum DPP dan Muhammad Sopiyan sebagai Sekjen DPP merupakan embrio dari Partai Perindo yang dibentuk oleh Politisi-politisi kawakan besutan Partai Perindo yang telah mengundurkan diri sehingga membentuk Partai Politik baru.
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Partai Gema Bangsa telah dideklarasikan pada Sabtu 22 Maret 2025 dan dipimpin oleh Jonathan Nubatonis, seorang Politisi kawakan yang tidak diragukan kemampuannya dalam menahkodai Partai Politik ditingkat daerah dan dikenal tidak pernah sepi dalam membuat gebrakan politik.
Sebut saja Partai Perindo NTT yang lebih dari 10 tahun dipimpin dan dibesarkannya sehingga melahirkan setidaknya 46 orang politisi yang telah berhasil menduduki kursi DPRD di 22 Kabupaten Kota.
Namun karena perbedaan prinsip politik dengan DPP Partai Perindo, pada Oktober 2024 lalu Jonathan Nubatonis memilih mundur dari Partai Perindo yang telah dibesarkannya.
Berselang beberapa bulan kemudian atau tepatnya pada 7 Pebruari 2025, mantan anggota DPD RI periode 2004-2009 itu mendeklarasikan berdirinya Koperasi Wahana Insan Mandiri Provinsi NTT dengan memiliki anggota sebanyak 319 orang dalam sebulan pasca diresmikan Koperasi tersebut.
Bagi Jonathan Nubatonis, Partai Gema Bangsa merupakan sebuah Partai Politik di Indonesia yang lahir kembali dengan kemampuan berdikari. “Presiden Indonesia Pertama Ir. Soekarno sebagai pendiri bangsa pernah bicara tentang berdikari (Berdiri diatas kaki sendiri). Maksudnya bahwa sebagai bangsa yang besar jangan menjadi tukang minta-minta bantuan dari negara-negara di seluruh dunia”, ungkap Nubatonis dalam pidato politiknya saat Deklarasi Partai Gema Bangsa di Kupang, Sabtu (22/3/2025).
Menurut Jonathan Nubatonis, Partai Gema Bangsa merupakan Partai Politik yang mempunyai perhatian kepada kemandirian bangsa yang dimulai dari kemandirian rumah tangga lalu kemandirian Keluarga hingga pada kemandirian bangsa.
“Ada tingkat kemandirian yang menjadi fokus perhatian Partai Gema Bangsa, yakni dimulai dari kemandirian Rumah Tangga, lalu kemandirian Keluarga, dan paling tinggi adalah kemandirian bangsa. Artinya bahwa bangsa ini bisa maju, bisa mandiri kalau keluarga mandiri dan mapan secara ekonomi”, katanya.
Dalam program atau agenda kerjanya selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa NTT, Jonathan Nubatonis akan melakukan safari politik ke beberapa daerah seperti Sumba, Flores dan beberapa daerah lain guna membentuk kepengurusan Partai Gema Bangsa ditingkat Kabupaten.
“Dipastikan pada Mei 2025 ini kepengurusan ditingkat kabupaten Kota sudah terbentuk sehingga struktur kepengurusannya bisa dibawa ke DPP”, jelasnya.
Sementara untuk struktur kepengurusan Partai Gema Bangsa tingkat Provinsi NTT dipimpin oleh Jonathan Nubatonis selaku ketua DPW dan dibantu oleh 15 orang wakil ketua. Selain itu ada seorang Sekertaris yang dipercayakan kepada Yeheskial Natonis dan dibantu oleh 3 orang wakil sekertaris serta 1 orang Bendahara dan dibantu oleh 2 orang wakil bendahara.
Dalam pidato politiknya, Jonathan Nubatonis menekankan pentingnya pengetahuan politik bagi masyarakat, sebab dalam politik ada kuasa. “Kuasa untuk diri sendiri, kuasa untuk keluarga lalu kuasa untuk mengurus daerah dan kuasa untuk mengurus negara”, jelasnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk menjalankan demokrasi Pancasila secara baik dan benar dan jangan sampai memperdagangkan hak demokrasi yang ada. “Demokrasi adalah kedaulatan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”, tegas Nubatonis.
Pada kesempatan itu juga Nubatonis mengajak masyarakat NTT untuk bergabung dan bersama-sama bangun dan besarkan Partai Gema Bangsa karena dengan membangun Gema Bangsa berarti sama dengan membangun daerah dan membangun bangsa.
Acara Deklarasi Partai Gema Bangsa dihadiri sejumlah kader dan pengurus serta Sekretaris DPW Partai Gema Bangsa NTT, Yeheskial Natonis dan politisi senior NTT, Frits Djubida yang juga adalah mantan Wakil Bupati Kupang,
(Andi Ilham Sulabessy)















