SABU RAIJUA – Kupangmetro.com – 10 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus menunjukkan komitmen nyata dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah konkret tersebut dilakukan dengan peninjauan langsung lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Raemadia, Kecamatan Sabu Barat.
Â
Kegiatan survei dan peninjauan lokasi dipimpin langsung oleh Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM. Didampingi jajaran pejabat terkait, Bupati hadir untuk memastikan kesiapan lahan serta teknis pembangunan agar proyek strategis ini bisa segera terealisasi.
Â
Survei Lokasi Sekolah Rakyat ini turut dihadiri Langsung oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT, Ir. Istiyadi Nugroho, ST. Kehadiran perwakilan dari Kementerian (PU) Republik Indonesia menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun infrastruktur pendidikan.
Â
Bupati Krisman menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang lebih mudah dan layak.
Â
“Kami ingin memastikan setiap anak di Sabu Raijua, tanpa terkecuali, memiliki fasilitas sekolah yang memadai dan mudah dijangkau. Sinergi dengan kementerian adalah kunci agar pembangunan ini berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegas Bupati Krisman.
Â
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sabu Raijua, Amos Ndolu Eoh, SH, serta Kepala Dinas Sosial, Dagerlin Nobrin Lay Rihi, S.KM, beserta tim teknis.
Â
Keterlibatan lintas sektoral ini bertujuan untuk memastikan aspek perizinan, tata ruang, hingga aspek sosial dan pendataan calon siswa berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran.
Â
Hasil survei ini akan menjadi dasar penyusunan desain dan perencanaan teknis. Pemerintah berupaya agar proses administrasi dapat segera dirampungkan, sehingga tahap konstruksi fisik bisa dimulai dalam waktu dekat.
Â
Keberadaan fasilitas pendidikan ini diharapkan tidak hanya memudahkan akses belajar, tetapi juga menjadi tonggak perubahan yang mampu memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, karena Sasaran perseta didik yaitu Anak – Anak dari Keluarga miskin ekstrim (Desil 1 dan DTSAEN).
*(Rinto)















