SABU RAIJUA, – Kupangmetro,- 1 Januari 2026 ,- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali menghantui masyarakat Kabupaten Sabu Raijua, khususnya di depan SPBU Eilode, Kecamatan Sabu Tengah. Kondisi ini membuat pedagang eceran eksploitatif menjual BBM jenis Pertamax dengan harga yang sangat mahal, yaitu Rp 30.000 per botol Aqua berukuran sekitar 1,5 liter.
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku sempat berusaha membeli BBM di lapak eceran tersebut. “Pemilik lapak mengatakan bahwa kapal pengirim BBM belum tiba, jadi harga harus dinaikkan menjadi Rp 30.000 per botol,” ujar warga tersebut kepada media ini, Rabu (1/1/2026).
Harga ini jauh melampaui harga resmi Pertamax yang berlaku di wilayah lain. Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax pada awal 2025 adalah Rp 12.500 per liter dan turun menjadi Rp 12.200 per liter pada Agustus 2025 di Jakarta dan sekitarnya. Dengan perhitungan kasar, harga eceran di Sabu Raijua mencapai lebih dari dua kali lipat harga resmi.
Kelangkaan BBM di Sabu Raijua bukan masalah baru. Sebelumnya, pada tahun 2024, pedagang eceran juga menjual Pertalite dengan harga Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per botol Aqua akibat antrean panjang di SPBU. Ombudsman RI Perwakilan NTT kala itu telah menegaskan bahwa penjualan BBM bersubsidi secara eceran adalah ilegal dan dapat menimbulkan kesengsaraan masyarakat.
Pada Agustus 2025, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga pernah mengajukan permohonan penambahan alokasi BBM kepada Pertamina karena sering terjadi kekosongan stok. Meskipun pemerintah telah merencanakan swasembada BBM pada tahun 2026 melalui pembangunan kilang minyak baru, masalah distribusi di daerah terpencil seperti Sabu Raijua tampaknya masih belum teratasi.
Masyarakat mengimbau pemerintah terkait untuk segera menertibkan harga BBM dan memastikan ketersediaan stok agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terhambat. “Harap pemerintah cepat bertindak agar kami tidak terus-menerus terkena eksploitasi harga,” pungkas warga tersebut.
*(Rinto)














