Kupang, kupangmetro.com- Kader senior Partai Golkar Kota Kupang – Victor Halengki Haning menyatakan kesiapan dirinya untuk maju sebagai calon ketua dalam pemilihan ketua DPD Golkar tingkat kota yang akan datang.
Dengan pengalaman panjang sebagai kader dan rekam jejak politik yang solid, ia menegaskan pencalonannya dilandasi hak dan kontribusi nyata terhadap partai selama dua dekade terakhir.
“Saya siap maju jadi calon Ketua Golkar Kota Kupang. Tentu saya punya dasar. Pertama, saya adalah kader. Sudah sekitar 20-an tahun saya menjadi bagian dari Golkar. Jabatan di DPR sudah pernah saya emban, termasuk sebagai Sekretaris Fraksi dan Ketua Fraksi,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan konsolidasi internal partai, Sabtu (12/07/2025)
Ia menekankan bahwa proses pemilihan harus berjalan sesuai mekanisme partai dan tidak boleh dikuasai oleh kelompok atau individu tertentu. “Golkar bukan milik orang-orang tertentu saja. Kami ini direkrut dari bawah, dari pinggir, lalu tumbuh besar bersama partai hingga bisa menjadi anggota DPR. Jadi biarkan Golkar berkembang secara sehat dan inklusif,” tegasnya.
Menurutnya, semua kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri dan dipilih. Namun, ia juga menyadari bahwa hasil akhir tetap bergantung pada pemilik suara. “Semua punya hak yang sama. Tapi kita juga harus sadar diri. Yang menentukan nanti adalah swing voter, yang punya hak suara. Tidak memilih pun itu hak mereka. Karena mereka pasti punya alasan dalam menentukan pilihan.”
Ia menepis anggapan bahwa dirinya maju karena dukungan tokoh tertentu. “Saya tidak didukung siapa-siapa. Saya maju karena saya kader dan punya hak. Golkar itu milik umum. Saya juga ikut membesarkan partai ini dari bawah sejak zaman Akbar Tanjung. Dari Pimlur, kaderisasi, semua saya jalani,” tambahnya.
Ia juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap posisi strategis partai di lembaga legislatif. “Sudah dua periode ini Golkar tidak menjadi pimpinan DPR di tingkat kota. Ini harus jadi catatan penting, karena bukan hanya soal siapa yang jadi ketua, tapi bagaimana kolaborasi seluruh pengurus untuk membawa Golkar lebih kuat,” katanya.
Dalam visinya, ia ingin Golkar menjadi partai yang terbuka dan memberi ruang bagi semua kalangan. “Golkar Kota harus jadi milik bersama. Tidak bisa hanya kelompok atau keluarga tertentu. Baik milenial, perempuan, kaum tua, disabilitas, semua punya hak yang sama. Satu orang, satu suara.”
Ia pun menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh proses berjalan dengan baik dan hasilnya bisa diterima semua pihak. “Terlepas siapa yang nanti terpilih, biarlah proses berjalan sebagaimana mestinya. Kita hargai hasil.” (MLIR)














