• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kupang Metro
Advertisement
  • Beranda
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Advertorial
  • Opini
  • Profil
  • Seputar NTT
  • More
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Nasional
    • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Advertorial
  • Opini
  • Profil
  • Seputar NTT
  • More
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Nasional
    • Internasional
No Result
View All Result
Kupang Metro
No Result
View All Result
Home News

Sampah Yang Dihasilkan Warga Kota Kupang Setiap Hari Capai 200 Ton 

Admin by Admin
3 Desember 2025
in News
0
Sampah Yang Dihasilkan Warga Kota Kupang Setiap Hari Capai 200 Ton 
0
SHARES
273
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kupangmetro — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang merilis setiap tahun warga Kota Kupang menghasilkan sampah sebanyak 73 Ribu Ton atau kurang lebih 200 Ton sampah setiap hari.

Sampah yang dihasilkan dari setiap rumah tangga paling banyak yakni sampah anorganik seperti plastik pembungkus makanan dan minuman. Sedangkan sampah organik seperti daun dan ranting pohon. Namun sampah organik tergolong kecil jumlahnya atau tidak sebanyak sampah plastik.

Dari sekitar 200 Ton sampah yang dihasilkan warga Kota Kupang setiap hari itulah yang berhasil dikumpulkan lalu diangkut oleh petugas untuk selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Kecamatan Alak.

“Jumlah itu belum termasuk sampah yang tidak atau belum terangkut oleh petugas Kebersihan karena masih banyak sampah yang berserakan dimana-mana. Namun apabila sampah-sampah yang berserakan itu berhasil dikumpulkan maka akan lebih lagi jumlahnya,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLHK Kota Kupang, Hijayas saat saat kegiatan Edukasi Pengelolaan Sampah yang berlangsung di aula Kantor Lurah Naikoten Dua, Rabu (3/12/2025).

Menurut data DLHK Kota Kupang, penanganan masalah sampah di Kota Kupang hingga akhir 2025 capaiannya belum sesuai target seperti yang telah diprogramkan melalui Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Kota Kupang, yakni baru sekitar 10 persen dari target 30 persen.

Untuk itu guna mendukung program kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dalam hal penanganan masalah sampah, maka DLHK selaku ujung tombak melakukan Kegiatan Edukasi Pengelolaan Sampah dengan melibatkan para Ketua RT, RW dan LPM serta masyarakat Kelurahan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengurangan dan penanganan sampah, serta mendorong partisipasi aktif dalam mendukung Road Map pengeloaan sampah yang dicanangkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Saat ini Pemerintah Kota Kupang dalam upaya menangani masalah sampah telah mengubah paradigma yang sebelumnya diistilahkan dengan “KUPANG” (Kumpul dan Angkut) menjadi “KUPILA” (Kumpul, Pilah dan Jual).

“Artinya dulu sampah dianggap tidak berguna atau tidak mendatangkan manfaat karena langsung dibuang. Tetapi sekarang sampah bisa mendatangkan manfaat bagi warga, yakni dengan memilah sampah plastik kemasan bekas minuman dan makanan untuk selanjutnya dikumpulkan lalu dijual,” jelas Jayas dihadapan warga Kelurahan Naikoten Dua.

Sedangkan untuk sampah organik seperti daun atau ranting bisa dikumpulkan untuk dijadikan pupuk tanaman setelah menjadi humus.

“Kami juga menghimbau agar sampah jangan dibakar karena asap yang dihasilkan dari pembakaran dapat mengganggu kesehatan serta dapat mengurangi kesuburan tanah,” ungkap Jayas.

Untuk itu dalam upaya menangani masalah sampah, warga diminta untuk memperhatikan sistem pengelolaan sampah yakni melalui pengurangan dan penanganan. Untuk pengurangan, upaya yang dilakukan  yakni dengan membatasi jumlah sampah (Reduse) mendaur ulang (Recycle) dan pemanfaatan kembali (Reuse). “Upaya ini dikenal dengan istilah 3R,” katanya.

Sedangkan untuk pengurangan, upaya yang dilakukan yakni dengan Pemilahan, Pengumpulan, Pengangkutan, Pengolahan serta Pemrosesan akhir.

Roadmap pengelolaan sampah di Kota Kupang yang dicanangkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota diawali dari rumah tangga yakni dengan melakukan pemilahan sampah.

Kemudian disetiap RT akan ditempatkan satu unit konteneir sampah plastik, lalu sampah tersebut akan diangkut ke konteneir besi yang ada di Kelurahan, dan dari Kelurahan diangkut ke TPST di Kecamatan lalu diolah. Bila ada sampah yang tidak bisa diolah di Kecamatan akan diangkut ke TPA.

“Bila semua sampah di TPST dapat dikelolah seluruhnya maka suatu saat Kota Kupang tidak akan ada TPA,” ungkap Jayas.

(Andi Ilham Sulabessy)

Previous Post

Wali Kota Beri Inspirasi 495 Wisudawan PNK agar Fokus, Adaptif, dan Konsisten Memasuki Dunia Kerja

Next Post

Lurah Nefonaek Sebut Penanganan Sampah Dimulai Dari Diri Sendiri

Admin

Admin

Next Post
Lurah Nefonaek Sebut Penanganan Sampah Dimulai Dari Diri Sendiri

Lurah Nefonaek Sebut Penanganan Sampah Dimulai Dari Diri Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 42.2k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gunakan Dana Pribadi Untuk Perbaikan Jalan Rusak, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Beri Apresiasi Kepada Yafet Horo

Gunakan Dana Pribadi Untuk Perbaikan Jalan Rusak, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Beri Apresiasi Kepada Yafet Horo

10 April 2025
Kepala SMPN 8 Kota Kupang Usir Siswa Peserta Ujian Nasional

Kepala SMPN 8 Kota Kupang Usir Siswa Peserta Ujian Nasional

6 Mei 2025
Ini Jenis-Jenis Pelatihan Yang di Buka BLK NTT Tahun 2021

Ini Jenis-Jenis Pelatihan Yang di Buka BLK NTT Tahun 2021

12 Februari 2021
Erwin Ga Masih Ketua PMI Kota Kupang Yang Sah Periode 2024-2029

Pengurus PMI Provinsi NTT Tegaskan Ketua PMI Kota Kupang Yang Sah Adalah Erwin Gah

22 Mei 2025
Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

0
Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

0
Gubernur dki jakarta anies baswedan

Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

0
Ketua nu jatim hasan mutawakkil alallah di masjid-al akbar surabaya

NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

0
SIDANG DUGAAN KORUPSI GARAM CURAH SABU RAIJUA DITUNDA KARENA AHLI TIDAK HADIR

SIDANG DUGAAN KORUPSI GARAM CURAH SABU RAIJUA DITUNDA KARENA AHLI TIDAK HADIR

5 Juni 2026
POLRES SABU RAIJUA UNGKAP 3 KASUS SERIUS SELAMA SEMESTER PERTAMA 2026

POLRES SABU RAIJUA UNGKAP 3 KASUS SERIUS SELAMA SEMESTER PERTAMA 2026

4 Juni 2026
Kuasa Hukum Sason Helan Sebut Kadis Koperasi NTT Tidak Paham Aturan

Kuasa Hukum Sason Helan Sebut Kadis Koperasi NTT Tidak Paham Aturan

3 Juni 2026
Musibah Kebakaran Melanda Sabu Barat, Rumah Tukang Mebel Ratah Dengan Tanah

Musibah Kebakaran Melanda Sabu Barat, Rumah Tukang Mebel Ratah Dengan Tanah

1 Juni 2026
Kupang Metro

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kupang Metro - Berita & Informasi Terbaru

Follow Us

Browse by Category

  • Advertorial
  • Budaya
  • Business
  • Daerah
  • Ekbis
  • Food
  • Hukrim
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kota Kupang
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Profil
  • Review
  • Sabu Raijua
  • Science
  • Sejarah
  • Seputar NTT
  • Sports
  • Tech
  • Tidak Berkategori

Recent News

SIDANG DUGAAN KORUPSI GARAM CURAH SABU RAIJUA DITUNDA KARENA AHLI TIDAK HADIR

SIDANG DUGAAN KORUPSI GARAM CURAH SABU RAIJUA DITUNDA KARENA AHLI TIDAK HADIR

5 Juni 2026
POLRES SABU RAIJUA UNGKAP 3 KASUS SERIUS SELAMA SEMESTER PERTAMA 2026

POLRES SABU RAIJUA UNGKAP 3 KASUS SERIUS SELAMA SEMESTER PERTAMA 2026

4 Juni 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 KupangMetro - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Advertorial
  • Opini
  • Profil
  • Seputar NTT
  • More
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Nasional
    • Internasional

© 2025 KupangMetro - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.