Kupangmetro — Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur yang digelar pada Senin 27 November 2023 di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT ternyata tidak menghasilkan apa-apa seperti layaknya sebuah RUPS-LB.
RUPS-LB yang diikuti seluruh pemegang saham yang terdiri dari semua pimpinan daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota se NTT yang berlangsung sekitar 8 jam lebih yang dimulai sejak pukul 09.00 – 14.30 wita tanpa melahirkan keputusan yang luar biasa.
Tidak seperti RUPS-LB yang selalu menghasilkan suatu keputusan yang luar biasa. RUPS LB yang dilakukan kali ini seperti rapat biasa yang sering dilakukan diantara para pemegang saham ditengah ‘Badai’ yang menghantam Bank NTT.
RUPS-LB Bank NTT dipimpin Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake selaku pemegang saham pengendali dan dihadiri pula Sekertaris Daerah (Sekda) NTT, Cosmas Lana serta Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho serta Komisaris Utama Bank NTT, Juvenille Djodjana hanya menyepakati untuk dilakukan audit menyeluruh terhadap Bank NTT.
Dalam RUPS-LB tersebut, Pemegang saham seri A yang terdiri dari kepala daerah maupun pemegang saham Seri B sepakat untuk dilakukan audit komprehensif oleh auditor independen terhadap Bank NTT. “Dari hasil audit nanti baru akan ditentukan pergantian pengurus Bank NTT atau tidak”, ungkap Ayodhia Kalake selaku pemegang saham pengendali usai RUPS-LB, Senin (27/11/2023).
Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Pieter Tahun juga menyepakati agar dibentuk tim audit independen terhadap Bank NTT yang adalah Bank milik masyarakat NTT.
Epi Tahun menyebut, bila hasil audit ditemukan ada kelalaian dari pengurus maka akan dikenakan sanksi. “Dari hasil audit nanti akan diputuskan pada RUPS berikutnya,” katanya.
Audit independen yang ditentukan nantinya akan melakukan audit terhadap Bank NTT yang berkaitan dengan pendapatan, kredit serta hal lainnya yang terkait dengan aktifitas pada Bank NTT, termasuk soal perlu tidaknya pergantian jajaran direksi serta Komisaris bila ditemukan adanya persoalan yang serius pada kinerja pengurus.
Saat ini aset Bank NTT memiliki senilai Rp 17 Triliun yang berasal dari dana nasabah.(andi sulabessy)















