Kupangmetro — Bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur umumnya dan masyarakat Kota Kupang khususnya, terutama pencinta olahraga pastinya mengenal sosok yang satu ini. Sosok dengan pembawaannya yang low profile dan bersahaja ini dikenal tegas dan lugas dalam pergaulan dengan siapa saja.
Dia adalah George M Hadjoh, pelatih olahraga bela diri shorinji Kempo yang telah puluhan tahun mendedikasikan dirinya untuk melatih dan membina atlet olahraga bela diri Kempo di Nusa Tengara Timur sehingga Sensei George Hadjoh yang merupakan pemegang Sabuk Hitam 5-Dan Kempo ini dianugerahi sebagai Pelatih Teladan Tingkat Nasional.
Prestasi gemilang yang diraih tersebut bukan dengan mudah Sensei George dapati tetapi dengan darah dan keringat serta membutuhkan waktu yang lama, yakni sejak tahun 1996 dia memulai.
Alhasil, sejak dibawah kepemimpinan sensei George, Shorinji Kempo NTT terus berjaya dengan meraih prestasi yang sangat gemilang tidak saja ditingkat lokal, tetapi cabang olahraga Kempo juga telah berulang kali mengharumkan nama NTT di kancah Nasional bahkan Internasional.
Harus diakui bahwa dibawah asuhan dan bimbingan sensei George, atlet Kempo Nusa Tenggara Timur telah banyak mengukir prestasi yang sangat luar biasa. Sebut saja even Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) hingga PON, Sea Games, Asian Games, Olimpiade dan pertandingan atau kejuaraan-kejuaraan lainnya ditingkat Nasional bahkan dunia (Word Taikai), atlet Kempo NTT selalu tampil memukau dan pastinya selalu berhasil menyabet juara umum.
Namun, dari semua keberhasilan yang diraih atlet Kempo Nusa Tenggara Timur yang telah mengharumkan nama Provinsi NTT sendiri bahkan nama Negara Republik Indonesia yang tercinta ini, hingga saat ini atlet kempo masih menumpang untuk berlatih di gedung milik Pemprov NTT, yakni Gedung Serbaguna KONI NTT yang sudah tidak layak untuk dipakai karena kondisi gedung yang sudah reot yang sesekali dapat mengancam keselamatan atlet ketika sedang berlatih untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan tingkat Nasional dan Internasional.
Sebut saja atap gedung yang sudah bocor dan plafon gedung yang sudah terlepas serta tembok gedung yang sudah retak dan pecah, namun tidak mendapat perhatian dari pemerintah Provinsi NTT melalui organisasi yang mewadahi cabang-cabang olahraga.
Salah satu warga Kota Kupang yang merupakan pencinta Olahraga menyebut KONI NTT sebagai induk organisasi dari seluruh cabang olahraga yang ada di NTT harus lebih bijaksana dalam melihat prestasi atlet dari setiap cabang olahraga.
“Sudah seharusnya Kempo mendapat gedung latihan yang baik untuk pembinaan SDM menuju prestasi dunia,” ungkapnya, Rabu (29/11/2023) di Kupang.
Dengan demikian tidaklah berlebihan jika Pemprov NTT sudah saatnya harus memperhatikan Cabang Olahraga Kempo dengan membangun sebuah tempat atau gedung pelatihan bagi atlet Kempo yang lebih representatif dan nyaman, karena bila dibanding dengan Provinsi lain di tanah air, mungkin hanya Provinsi NTT saja yang tidak memiliki gedung atau tempat untuk pelatihan atlet-atlet Kempo.
“Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan”
Penulis Andi Ilham Sulabessy















