Kupangmetro – PT Kawasan Industri Bolok (KIB) terus berupaya mempercepat pengembangan kawasan industri Bolok, di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mendatangkan investor baru dan menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang untuk mendukung aktivitas industri.
Direktur Utama PT KIB, Rusyanto Nehemia Hiskia mengatakan, salah satu investasi yang dipastikan segera direalisasikan adalah pembangunan industri pengolahan woodchip.
“Saat ini mesin produksi untuk industri tersebut sudah dalam proses pengiriman ke Kupang,” kata Rusyanto Hiskia di Kupang, Rabu (4/11/2026).
Direktur PT KIB menjelaskan pada November 2026 ini pembangunan industri beserta fasilitas pergudangannya sudah dapat dimulai pekerjaannya dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama atau groundbreaking.
Selain industri pengolahan woodchip, perusahaan juga akan menghadirkan pabrik produksi batako menggunakan mesin otomatis berkapasitas besar di kawasan tersebut.
Direktur PT KIB Rusyanto Hiskia juga menambahkan, selain mengandalkan bisnis utama berupa penyewaan lahan (land lease), perusahaan juga memiliki kewenangan mengembangkan fasilitas penunjang yang dapat menjadi sumber pendapatan baru.
Salah satunya melalui penyediaan air bersih bagi tenant atau perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan industri.
Saat ini, PT KIB juga sedang membangun reservoir untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan tersebut.
Tidak hanya air bersih, PT KIB juga tengah menjajaki peluang menjadi vendor atau mitra PT PLN dalam penyediaan dan distribusi tenaga listrik di kawasan industri Bolok.
“Proses perizinan sedang berjalan. Jika mendapat persetujuan, PT KIB berpeluang terlibat dalam penyiapan lahan pembangunan pembangkit listrik (power plant) maupun penyediaan jaringan distribusi melalui gardu pembagi dan gardu distribusi,” tambahnya.
Prioritaskan Masyarakat Lokal
Dalam pengembangan kawasan industri, PT KIB juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Bolok.
Sejauh ini, PT KIB telah menjalin perjanjian kerja sama (PKS) dengan kelompok pemuda Desa Bolok dalam kegiatan pembersihan dan perawatan kebersihan kawasan industri.
Kerja sama tersebut telah berjalan dan menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas perusahaan.
” Diharapkan dengan masuknya sejumlah industri baru ke kawasan Bolok nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.
PT KIB lanjut Rusyanto juga memastikan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan akan menjadi prioritas dalam perekrutan tenaga kerja oleh investor yang beroperasi di kawasan tersebut.
Target Dua hingga Tiga Investor pada 2027
Memasuki tahun 2027, PT KIB memasang target realistis untuk memecahkan stagnasi pertumbuhan tenant baru yang berlangsung sejak sekitar tahun 2020.
Direktur PT KIB Rusyanto Hiskia mengaku, kondisi ekonomi global dan tantangan menarik investor untuk masuk ke kawasan industri bukan perkara mudah. Namun, pihaknya tetap optimistis karena saat ini sudah terdapat beberapa calon tenant yang menunjukkan keseriusan untuk berinvestasi.
“Target kita minimal ada dua atau tiga PKS yang bisa kita lakukan selama kebuntuan sejak 2020. Tidak ada pertumbuhan tenant baru di sini. Kami berharap dengan adanya direksi dan komisaris yang baru pada periode sekarang ini, minimal bisa pecah telur, dua atau tiga investor bisa masuk,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan menghadirkan dua hingga tiga investor baru akan menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas investasi di kawasan industri Bolok.
(Andi Sulabessy)













