Kupangmetro — PT Kawasan Industri Bolok (PT KIB) mulai mematangkan sejumlah rencana pengembangan kawasan investasi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua konsep yang tengah dipersiapkan yakni pembangunan NTT Mini berbasis budaya dan pariwisata serta pengembangan sirkuit multifungsi Flobamora.
Direktur Kerjasama dan Pengembangan Usaha PT KIB, Martinus Aris Sengaji Tokan mengatakan, untuk pembangunan NTT Mini, PT KIB merencanakan penggunaan lahan seluas kurang lebih empat hektare di dalam kawasan yang dikelolanya.
“Konsep NTT Mini nantinya dirancang sebagai kawasan hiburan dan wisata yang menghadirkan representasi kekayaan budaya dari seluruh wilayah NTT. Di dalamnya akan ditampilkan berbagai rumah adat, sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi kreatif dan pariwisata,” jelas Aris Tokan di Kantornya, Rabu (4/11/2026).
“Masyarakat nantinya berpeluang terlibat melalui kegiatan promosi dan penjualan kain tenun, produk kerajinan lokal, serta berbagai aktivitas wisata lainnya,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pihak pengusul konsep tersebut sebelumnya telah datang ke Kupang untuk melakukan survei lokasi. Bahkan, usulan awal pengembangan NTT Mini telah disampaikan kepada PT KIB sekitar dua minggu sebelum wawancara berlangsung.
Meski demikian lanjut Tokan, rencana tersebut belum dapat dipublikasikan secara resmi karena masih berada dalam tahap awal pembahasan. PT KIB juga masih menunggu kepastian calon investor yang akan terlibat dalam realisasi proyek tersebut.
Selain NTT Mini, PT KIB juga menyiapkan lahan sekitar 20 hektare untuk mendukung pembangunan sirkuit multifungsi Flobamora. “Kami telah melakukan pertemuan dengan Bupati Kupang dan Pak Bupati sangat respons dan antusias terhadap rencana pengembangan fasilitas olahraga otomotif dimaksud,” jelasnya.
Untuk itu katanya, PT KIB bahkan telah menyiapkan langkah awal terkait rencana penyewaan lahan untuk mendukung pembangunan sirkuit dimaksud.
Kehadiran NTT Mini dan sirkuit multifungsi Flobamora diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan ekonomi baru di NTT, sekaligus membuka peluang investasi, mendorong keterlibatan masyarakat lokal, serta memperluas sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Namun demikian, realisasi kedua proyek tersebut masih membutuhkan proses pematangan konsep, kepastian investor, serta koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait.
(Andi Sulabessy)












