Kupangmetro – PT Kawasan Industri Bolok (KIB) terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di kawasan industri Bolok, di Desa Bolok, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu fasilitas yang tengah dibangun adalah reservoir atau tempat penampungan air dengan kapasitas pasokan mencapai 300 meter kubik per hari.
Pembangunan reservoir tersebut menjadi bagian dari upaya PT KIB menjawab kebutuhan dasar perusahaan-perusahaan yang akan beroperasi di kawasan industri tersebut, terutama industri pengolahan mangan, pabrik batako, dan industri woodchip.
Direktur Utama PT KIB, Rusyanto Nehemia Constantin Hiskia menjelaskan, kebutuhan air menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung aktivitas industri, khususnya untuk kegiatan smelter atau pencucian mangan yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
Selain itu, kebutuhan air juga diperlukan untuk mendukung operasional pabrik batako dan industri woodchip yang sedang dipersiapkan di kawasan tersebut.
“Kapasitas 300 meter kubik per hari setara dengan sekitar 60 tangki air berkapasitas 5.000 liter,” kata Rusyanto Hiskia di Lokasi pembangunan Reservoir, Rabu (4/11/2026).
Pihak manajemen PT KIB menargetkan pembangunan reservoir tersebut akan selesai dalam waktu dekat sehingga dapat dimanfaatkan pada awal Januari 2027 mendatang.
Saat ini, katanya, pihak manajemen masih menunggu Perumda Air Minum Kabupaten Kupang untuk memasukkan jaringan pipa menuju kawasan industri yang diperkirakan jarak dari titik terakhir jaringan pipa Perumda Air Minum menuju kawasan industri Bolok mencapai 2,4 kilometer.
Menurut Hiskia, dalam skema pengelolaannya, pihak Perumda Air Minum Kabupaten Kupang akan memasok air hingga ke reservoir, sedangkan jaringan pipa distribusi dari reservoir menuju seluruh tenant di dalam kawasan akan dikelola oleh PT KIB.
Menurut Rusyanto Hiskia, pembangunan Reservoir tersebut dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi yang berada dalam hamparan lahan berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) PT KIB.
“Untuk pembangunan fasilitas tersebut, PT KIB telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Anggaran itu sudah termasuk pengadaan pompa berkapasitas besar yang nantinya digunakan untuk mendistribusikan air ke seluruh tenant di kawasan industri,” jelas Hiskia.
Selain reservoir, PT KIB juga merencanakan pembangunan gudang arsip di lokasi yang berdekatan dengan fasilitas penampungan air tersebut, dan pihak perusahaan juga menegaskan bahwa berbagai pekerjaan infrastruktur saat ini masih berjalan dan terus berproses.
“Dengan demikian anggapan bahwa PT KIB belum melakukan kegiatan pembangunan di kawasan industri Bolok dinilai tidak benar karena saat ini aktifitas perusahaan terus berproses,” tegas Hiskia.
Sementara itu, terkait rencana penyediaan jaringan listrik, menurut Dirut PT KIB Rusyanto Hiskia menyebut akan dilakukan pada tahap berikutnya setelah kebutuhan dan proses penyediaannya lebih lanjut diperoleh kepastian.
“Pembangunan reservoir ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur penunjang penting untuk mempercepat kesiapan kawasan industri Bolok sekaligus mendukung masuknya investasi dan aktivitas produksi berbagai sektor industri di NTT,” tegas Hiskia.
(Andi Sulabessy)












