Kupangmetro — Calon Walikota Kupang Jonas Salean mengungkapkan, Kota Kupang yang saat ini ada dengan Motto “Kupang Kota Kasih” merupakan hasil perjuangan para pendiri Kota Kupang, termasuk dirinya.
Hal itu dikatakan Jonas Salean dihadapan warga Kota Kupang disetiap kesempatan pada saat mengadakan Kampanye terbatas agar warga Kota Kupang juga mengetahui bahwa untuk membangun Kota Kupang dibutuhkan pemimpin yang berhati tulus.
“Membangun Kota Kupang harus sejalan dengan Motto ‘Kota Kasih’ dan berpedoman pada filosofi ‘Lil Au Noel Dael Banan’ yang berarti Bangunlah Aku (Kota Kupang, red) Dengan Hati Yang Tulus,” ungkap Jonas Salean.
Senada dengan itu, Calon Wakil Walikota Kupang Aloysius Sukardan mengatakan, untuk memilih pemimpin Kota Kupang pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kupang 27 November 2024 mendatang, pilihlah Paket Sahabat (Jonas Salean – Aloysius Sukardan) nomor urut 2, karena Jonas Salean telah terbukti membawa Kota Kupang kearah yang lebih baik dan lebih manusiawi saat menjabat Walikota Kupang periode 2012-2017 lalu.
“Tentunya masyarakat Kota Kupang masih mengingini program-program yang berpihak pada masyarakat seperti pelayanan kesehatan gratis, Raskin dan program lainnya yang benar-benar menyentuh langsung masyarakat,” ungkap Alo Sukardan.
Alo Sukardan juga menekankan, paket Sahabat benar-benar ingin membangun Kota Kupang bukan berdasarkan kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok atau keluarga, tetapi paket Sahabat merasa terpanggil untuk membangun Kota Kupang dengan hati yang tulus sesuai Motto dan slogan Lil Au Noel Dael Banan.
Sementara itu Frans Lanang, salah seorang warga Kelurahan Naikoten Dua menyebut, Kota Kupang yang dibentuk sejak 1996 lalu oleh pendiri termasuk Jonas Salean merupakan rumah bersama bagi seluruh warga Kota.
Untuk itu sebagai warga Kota Kupang dirinya tidak menginginkan calon pemimpin atau calon Walikota yang hanya pandai membuat janji dengan program abal-abal atau program yang pada ujungnya hanya menguntungkan diri sendiri, keluarga dan kelompok tanpa mempedulikan masyarakat Kota Kupang.
“Kita bisa rasakan sewaktu bapa Jonas menjadi Walikota Kupang periode 2012-2017 lalu. Ada begitu banyak program yang sangat membantu masyarakat, seperti pelayanan kesehatan gratis, Raskin dan masih banyak lagi yang sangat dirasakan manfaatnya. Namun kini semua itu dihapus hanya demi ambisi pemimpin yang tidak berpihak pada masyarakat,” ungkap Frans.
Sebagai warga Kota Kupang, Frans Lanang yang juga merupakan tokoh pemuda Kelurahan Naikoten Dua mengingatkan kembali sejarah Kota Kupang yang dirintis oleh Jonas Salean bersama pendahulu. “Disini saya hanya mau ingatkan kepada kita semua warga Kota Kupang bahwa Kota Kupang yang saat ini ada juga merupakan berkat perjuangan Jonas Salean. Artinya Tidak Ada Jonas Salean, Tidak Ada Kota Kupang,” ungkap Frans Lanang.
Penulis Andi Ilham Sulabessy















