• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kupang Metro
Advertisement
  • Beranda
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Advertorial
  • Opini
  • Profil
  • Seputar NTT
  • More
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Nasional
    • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Advertorial
  • Opini
  • Profil
  • Seputar NTT
  • More
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Nasional
    • Internasional
No Result
View All Result
Kupang Metro
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Penyebab Kematian Bayi Disebabkan Adanya Komplikasi Penyakit

Admin by Admin
in Kesehatan
0
Penyebab Kematian Bayi Disebabkan Adanya Komplikasi Penyakit

Gambar Ilustrasi kematian bayi

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kupangmetro — Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati menyebut penyebab kematian bayi dapat disebabkan oleh adanya komplikasi penyakit.

Data Dinas Kesehatan Kota Kupang menunjukan, pada tahun 2025 jumlah kematian bayi sebanyak 55 kasus yang disebabkan oleh malformasi kongenital atau cacat lahir bawaan akibat gangguan pembentukan organ pada masa awal kehamilan sebanyak 5 kasus, Respiratory distress atau distres pernapasan atau kondisi kesulitan bernapas dan kekurangan oksigen akibat gangguan pada sistem pernapasan sebanyak 12 kasus, Respiratory dan cardiovaskuler disorder atau gangguan kesehatan yang menyerang sistem pernapasan (paru-paru dan saluran udara) serta sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) sebanyak 4 kasus, cardiovaskuler disorder atau penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah 6 kasus,Low birth weight  atau Berat Badan Lahir Rendah / BBLR dan prematurity atau kelahiran premature sebanyak 13 kasus.

Selain itu Asfiksia atau kondisi tubuh kekurangan pasokan oksigen sebanyak 3 kasus, aspirasi atau kondisi ketika makanan, minuman, air liur, atau muntahan masuk ke saluran pernapasan atau paru-paru sebanyak 2 kasus, kelainan darah dan organ pembentukan darah lainnya 1 kasus, pulmonary haemorrhage originating in the perinatal atau kondisi medis berupa perdarahan akut dari saluran pernapasan atau jaringan paru-paru 1 kasus, disorder related to short gestational dan low birth atau gangguan pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh kelahiran prematur (usia kehamilan pendek) dan/atau berat badan lahir rendah sebanyak 3 kasus serta other neonatal condition atau Kondisi yang mencakup masalah sistem organ tertentu seperti  ganguan metabolik hingga gangguan pascalahir sebanyak 5 kasus

Sementara jumlah kasus kematian bayi yang terjadi pada tahun 2026 sejak Januari hingga Agustus sebanyak 44 kasus. “Pada umumnya kematian bayi terjadi di Rumah Sakit,” jelas drg. Retnowati di Kupang

Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2025 jumlah bayi yang meninggal di rumah sakit sebesar 95 persen, sedangkan kematian yang terjadi di rumah hanya sekitar 5 persen. Untuk tahun 2026 sejak Januari hingga Agustus, jumlah kematian bayi semuanya terjadi di Rumah Sakit.

Dari jumlah prosentase angka kematian bayi tersebut pada tahun 2025 sebesar 36 persen merupakan kasus rujukan, sedangkan 5 persen persalinannya dilakukan di rumah, sementara tahun 2026 yakni 27 persen adalah kasus rujukan.

Jumlah kematian bayi di Kota Kupang berdasarkan alamat domisili Puskesmas pada tahun 2025 sebanyak 55 kasus yang terbanyak terjadi di Puskesmas Oesapa sebanyak 12 kasus, Puskesmas Sikumana 11 kasus, Naioni 8, Alak 7, Bakunase 5, Puskesmas Penfui, Manutapen dan Oepoi masing-masing 3 kasus, Penkase Oeleta 2 kasus, Pasir Panjang 1 kasus, sedangkan Puskesmas Kupang Kota dan Puskesmas Oebobo tidak ada.

Sementara pada tahun 2026 sejak Januari hingga Agustus jumlah kasus kematian bayi sebanyak 35 kasus dengan jumlah kasus terbanyak terjadi di Puskesmas Bakunase dengan jumlah kasus mencapai 9 kasus, disusulPuskesmas Sikumana dan Puskesmas Oepoi masing-masing sebanyak 6 kasus, Puskesmas pasir Panjang 5 kasus, Puskesmas Oesapa dan Oebobo masing-masing 3 kasus, sementara Puskesmas Alak, Penfui dan Penkase Oeleta masing-masing 1 kasus.

Untuk mengantasipasi meningkatnya jumlah kematian bayi yang terjadi, Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan evaluasi mutu dengan melakukan evaluasi dan tindak lanut indicator mutu pelayanan Puskesmas serta melakukan manejemen risiko.

(Andi Sulabessy)

Previous Post

Kematian Ibu Hamil Saat Melahirkan Diakibatkan Oleh Adanya Penyakit Bawaan  

Next Post

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Admin

Admin

Next Post
Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 42.2k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gunakan Dana Pribadi Untuk Perbaikan Jalan Rusak, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Beri Apresiasi Kepada Yafet Horo

Gunakan Dana Pribadi Untuk Perbaikan Jalan Rusak, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Beri Apresiasi Kepada Yafet Horo

Kepala SMPN 8 Kota Kupang Usir Siswa Peserta Ujian Nasional

Kepala SMPN 8 Kota Kupang Usir Siswa Peserta Ujian Nasional

Ini Jenis-Jenis Pelatihan Yang di Buka BLK NTT Tahun 2021

Ini Jenis-Jenis Pelatihan Yang di Buka BLK NTT Tahun 2021

Erwin Ga Masih Ketua PMI Kota Kupang Yang Sah Periode 2024-2029

Pengurus PMI Provinsi NTT Tegaskan Ketua PMI Kota Kupang Yang Sah Adalah Erwin Gah

Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

0
Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

0
Gubernur dki jakarta anies baswedan

Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

0
Ketua nu jatim hasan mutawakkil alallah di masjid-al akbar surabaya

NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

0
Ana Waha Kolin Minta Pelni Harus Benahi Pelayanan Terhadap Penumpang

Ana Waha Kolin Minta Pelni Harus Benahi Pelayanan Terhadap Penumpang

MK Tidak Menemukan Bukti Gibran Memiliki Ijazah SLTA atau Sederajat

MK Tidak Menemukan Bukti Gibran Memiliki Ijazah SLTA atau Sederajat

Kota Kupang Masih Perlu Memperkuat Upaya Untuk Mencapai Target Penurunan Kematian Maternal Dan Neonatal

Kota Kupang Masih Perlu Memperkuat Upaya Untuk Mencapai Target Penurunan Kematian Maternal Dan Neonatal

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Kupang Metro

Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kupang Metro - Berita & Informasi Terbaru

Follow Us

Browse by Category

  • Advertorial
  • Budaya
  • Business
  • Daerah
  • Ekbis
  • Food
  • Hukrim
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kota Kupang
  • Lifestyle
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politics
  • Profil
  • Review
  • Sabu Raijua
  • Science
  • Sejarah
  • Seputar NTT
  • Sports
  • Tech
  • Tidak Berkategori

Recent News

Ana Waha Kolin Minta Pelni Harus Benahi Pelayanan Terhadap Penumpang

Ana Waha Kolin Minta Pelni Harus Benahi Pelayanan Terhadap Penumpang

MK Tidak Menemukan Bukti Gibran Memiliki Ijazah SLTA atau Sederajat

MK Tidak Menemukan Bukti Gibran Memiliki Ijazah SLTA atau Sederajat

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2025 KupangMetro - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Advertorial
  • Opini
  • Profil
  • Seputar NTT
  • More
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Nasional
    • Internasional

© 2025 KupangMetro - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.