Kupangmetro – Memasuki bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah, Kota Kupang mulai ramai dipenuhi pedagang takjil (makanan saat setelah buka puasa). Biasanya para pedagang ini selalu menempati kawasan khusus, seperti di kawasan depan bekas Kantor Bupati Kupang atau di kawasan depan Gereja Katedral Kristus Raja sampai depan gedung Bank Mandiri.
Khusus bagi pedagang takjil yang menempati atau berjualan di kawasan bekas kantor Bupati Kupang atau tepatnya di area titik Nol Kota Kupang, sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah Kelurahan Fontein dan Kelurahan Air Mata, guna membahas penanganan masalah sampah yang akan timbul dari usaha penjualan takjil.
“Pemerintah Kelurahan Fontein dan Pemerintah Kelurahan Airmata bersama para pedagang takjil telah sepakat untuk tetap menjaga kebersihan disekitar lokasi jualan,” kata Camat Kota Raja Yanto Djalil, Selasa (21/03/2023).

Menurut Yanto Djalil, pertemuan antara pemerintah di Dua Kelurahan bersama para pedagang makanan yang dilakukan di kantor Kelurahan Airmata disepakati bahwa setiap pedagang wajib menjaga kebersihan disekitar tempat jualan masing-masing dengan menyiapkan wadah atau tempat sampah untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdekat.
Selain itu disepakati pula agar setiap pedagang menjaga keamanan dan ketertiban terutama terkait arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan disekitar lokasi atau tempat berjualan.
“Kami juga minta agar para pedagang takjil mengutamakan kebersihan dan menata tempat jualan mereka dengan rapi serta diberi nomor agar mudah dikenal pembeli,” ungkap Djalil.
Pedagang takjil yang telah terdaftar dan terdata sebanyak 24 orang yang terdiri dari 20 orang berasal dari Kelurahan Airmata dan 4 orang berasal dari Kelurahan Fontein. “Keberadaan mereka diatur sesuai nomor urut karena kawasan atau tempat yang ditempati hanya sebatas depan bekas kantor bupati Kupang,” jelasnya.(andi sulabessy)














