Kupangmetro — Bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur mungkin tidak asing dengan Orias Petrus Moedak dan Sebastian Salang. Kedua sosok tersebut merupakan putra terbaik yang dimiliki Provinsi Nusa Tenggara Timur karena kiprah mereka di level Nasional yang terbilang sukses.
Sebut saja Orias Moedak yang pernah menjabat sebagai Wakil Direktur PT Freeport, Direktur PT Pelindo serta berbagai jabatan penting lainnya yang pernah diembannya.
Sedangkan Sebastian Salang merupakan Direktur eksekutif Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia dan juga Konsultan Hukum pada Sebastian Law firm yang telah banyak malang melintang di dunia politik dan hukum di Tanah Air.
“Pak Orias itu salah satu dari sekian banyak putra/putri terbaik asal Nusa Tenggara Timur yang mendapat kepercayaan dari Pemerintah Indonesia untuk memimpin lembaga/instansi milik Pemerintah. Sedangkan Pak Sebas adalah seorang Politisi dan juga seorang Lawyer sehingga tidaklah berlebihan jika saat ini pak Orias bersama pak Sebastian Salang ingin mengabdikan diri mereka untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT”, ungkap Dina Djawa yang dimintai tanggapannya terkait pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2024-2029.
Dina Djawa merupakan salah satu dari sekian banyak warga Nusa Tenggara Timur yang menginginkan adanya perubahan di bumi Flobamora sehingga tidaklah berlebihan bila pasangan Orias Petrus Moedak dan Sebastian Salang turut serta dalam perhelatan politik Lima Tahunan guna mencari pemimpin NTT yang dipercaya mampu membawa NTT kearah yang lebih baik.
“Kita tahu bersama bahwa saat ini provinsi yang kita cintai ini sedang dalam keadaan yang ‘sakit’ atau sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja”‘ kata Dina.
Dengan Visi yang diusung ‘NTT Sukses dan Misi NTT Sejahtera’ paket pasangan bakal calon Oase dipercaya mampu membawa perubahan yang signifikan bagi pembangunan NTT kedepan karena dalam visi dan misi yang diusung terkandung berbagai hal seperti peningkatan Kesehatan yang didalamnya menyediakan fasilitas dan tenaga kesehatan hingga ketingkat desa, menurunkan an mencegah stunting, Subsidi kesehatan serta sehat yang berkelanjutan.
Selain itu dibidang Pendidikan, paket Oase akan menyediakan tenaga guru yang berkualitas dan sejahtera, Penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai serta adanya Subsidi pendidikan dan Proses belajar mengajar yang produktif.
Disektor Pertanian, paket Oase dipercaya mampu memasok produk pertanian unggulan bagi masyarakat NTT serta menyediakan lahan, fasilitas dan kebutuhan pertanian serta Hilirisasi produk pertanian.
Selain Kesehatan, Pendidikan dan Pertanian, Orias Moedak bersama Sebastian Salang juga kan meningkatkan sektor Peternakan dengan menyediakan dan peningkatan produksi peternakan serta menyediakan pakan ternak lokal dan juga Hilirisasi produk peternakan.
Dibidang Kelautan dan Perikanan kata Dina, Paket Oase diyakini mampu menjadikan NTT sebagai pemasok hasil laut unggulan dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk hasil laut dan perikanan serta Hilirisasi hasil laut dan perikanan.
“Bapak Orias dan bapak Sebas Salang juga siap menjadikan NTT sebagai daerah tujuan wisata dengan tetap memperhatiakan kesejahteraan masyarakat di daerah tujuan wisata dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan”, ungkap Dina Djawa yakin.
Dengan demikian ungkap Dina Kesejahteraan masyarakat NTT akan terpenuhi dibawah kepemimpinan Orias Moedak dan Sebastian Salang sebab untuk menjadikan NTT Sejahtera, selain diperlukan keterlibatan dan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat, paket Oase juga ingin menciptakan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mengutamakan budaya pelayanan yang prima serta menginginkan pemimpin yang paham akan permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Untuk menuju NTT sukses dan sejahtera, Paket Oase bertekad akan meningkatan APBD dan PAD dengan memanfaatkan setiap potensi PAD serta mengoptimalisasi dengan memanfaatkan aset Daerah bagi masyarakat”, kata Dina Djawa.
Sementara itu ditempat terpisah, Orias Petrus Moedak beserta pasangannya Sebastian Salang saat menjumpai warga di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang menegaskan, sebagai putra asli Nusa Tenggara Timur, merasa terpanggil untuk menyelamatkan Provinsi NTT yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.
“Provinisi ini sudah terbelakang, termiskin, dan bahkan mungkin terkorup, jadi Oase datang dengan tagline ‘Jangan Mencuri’ dengan menjadikannya sebagai salam wajib setiap hari,” ungkap Orias Moedak dihadapan warga Kelurahan Merdeka.
Dalam diskusi bersama warga Kelurahan Merdeka, Kabupaten Kupang, Simon, salah seorang warga yang juga merupakan ketua lembaga adat Merdeka berharap, bila Tuhan berkenan dan merestui Orias Petrus Moedak dan Sebastian Salang dipercaya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, maka dia mengharapkan segera berantas pencuri yang ada di provinsi NTT. “Dalam pengamatan saya, selama ini yang melakukan pencurian terhadap hak-hak rakyat sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi miskin adalah mereka yang punya jabatan di pemerintahan,” ujar Simon.
Menanggapi harapan masyarakat yang disampaikan Simon selaku ketua lembaga adat, Orias Moedak secara singkat hanya mengatakan bahwa orang yang berani bilang tidak mencuri yang tidak akan mencuri. “Kalau orang mencuri di NTT, itu keterlaluan sekali,” ujar Orias singkat.
Selain itu salah seorang warga juga menyampaikan bahwa walaupun Kabupaten Kupang dekat dengan Ibu Kota Provinsi, tapi tidak pernah diperhatikan padahal potensi yang dimiliki seperti peternakan Sapi, pertanian, garam laut sangat besar namun tidak diperhatikan. “Saya juga menitipkan pesan ke bapak Orias sebagai bakal calon Gubernur NTT, tolong perhatikan Kabupaten Kupang, terutama menyangkut aset, infrastruktur, serta penataan kota yang belum dibenahi sampai saat ini”, ungkapnya.
Penulis Andi Sulabessy















