Kupangmetro — Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Kupang, Mokris Lay, mengapresiasi penyelenggaraan lomba catur Lukas Frans Cup I yang diselenggarakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kupang.
Menurutnya, Turnamen Catur yang digagas Kepala LPKA Klas I Kupang, Lukas Laksana Frans menjadi momentum penting untuk mendorong perkembangan olahraga catur sekaligus membuka ruang kompetisi bagi para pecatur di Kota Kupang dan sekitarnya.
“Penyelenggaraan Lukas Frans Cup I diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet, pengembangan kemampuan berpikir strategis, serta peningkatan minat generasi muda terhadap olahraga catur,” ungkap Ketua Percasi Kota Kupang, Mokris Lay, Jumat (23/10/2026) di Kupang.
Menurut Mokris, kompetisi Catur yang digagas Kepala LPKA Klas I Kupang memiliki peran penting untuk mengukur kemampuan atlet, membangun mental bertanding, dan mempersiapkan pecatur menghadapi kejuaraan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Percasi Kota Kupang terus mendorong penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan agar semakin banyak bibit pecatur potensial yang memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Lukas Frans Cup I katanya menjadi langkah awal yang dapat dikembangkan menjadi agenda kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang.
Dia menyebut penyelenggaraan, kualitas pertandingan, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting untuk memastikan turnamen memberikan dampak nyata bagi perkembangan catur di daerah.
“Kompetisi ini berpotensi memperkuat ekosistem olahraga catur di Kota Kupang,” katanya.
Kedepan, harapan yang perlu dijaga adalah agar turnamen seperti Lukas Frans Cup tidak berhenti pada satu kali penyelenggaraan, tetapi berlanjut sebagai bagian dari pembinaan atlet dan peningkatan prestasi catur di Nusa Tenggara Timur.
Saat ini Percasi NTT telah mengirim 7 atlet Catur ke Provinsi Banten untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur.
(Andi Ilham Sulabessy)













