Sabu Raijua NTT,- Kupangmetro.com,- 7/11/2025,- Cluster Sabu Raijua Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Lembaga James First Course dan 12 Pusat Pengembangan Anak (PPA) Cluster Sabu Raijua di Gereja GMIT Yeruel Seba Kota.
Pusat Pengembangan Anak (PPA) tersebar di beberapa wilayah diantaranya 6 PPA ada di Sabu Barat – Seba; (464 – Ebenhaezer Menia, 465 – Nazareth Daigama, 466 – Rubadeo Ramedia, 467 – Yeruel Seba Kota, 468 – Syalom Raeliu dan 469 – Imanuel Eiwou). Kemudian terdapat 2 PPA ada di Sabu Timur; (472 – Betesda Bolou dan 473 – Zoar Puruwutu/Keliha. Sedangkan di Sabu Tengah terdapat 2 PPA yaitu; 462 – Efata Hangurao/Bebae dan 463 – Maranatha Loboaju. dan 2 PPA berada di Sabu Liae; 470 – Gracia Waduwalla dan 471 – Mercy Deme.
Penandatangan MOU ini bertujuan agar terjadi kolaborasi Orang Tua Anak PPA Dalam Pengawasan Bersama dan Bimbingan Siswa-Siswi Penerima Program Kursus Bahasa Inggris Selama Masa Kontrak 3 (Tiga) Tahun (2025-2028) telah resmi dilaksanakan di -12 Denominasi Gereja Kristen di Kabupaten Sabu Raijua.
Lambertus James Dima, S.S sebagai Pimpinan Lembaga JF Course Bersama team dalam pelaksanaan MOU bersama Penanggung jawab (Ketua Majelis Jemaat, Komisi-komisi dan staff PPA di 12 Denominasi Gereja Kristen dalam sambutanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Para orang tua, Pendeta dan Kordinator PPA yang telah memberikan kepercayaan kepada Lembaga JF Course sebagai pusat belajar dan pendampingan anak untuk melatih kemampuan Bahasa Inggris selama 3 Tahun, terhitung tahun 2025 – 2028.
“Bapak/ibu pendeta, bapak/ibu komisi, serta rekan-rekan staff, sebelum saya menyampaikan teknis pelaksanaan kursus, saya sedikit terlebih dahulu memperkenalkan profil Lembaga JF Course dan bagaimana Lembaga ini bisa hadir di Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Lambertus James Dima.
Dijelaskan bahwa, Lembaga JF Course merupakan Lembaga Kursus dan Pelatihan Bahasa Asing, khususnya Bahasa Inggris. Lembaga ini pusatnya berada di Kabupaten Sumba Barat Daya, didirikan pada Tahun 2017 dan telah memiliki ijin resmi kelembagaan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
“Dari Tahun 2018 – 2021 JF Course telah memiliki 70 mitra Lembaga yang tersebar di seluruh Kabupaten di Pulau Sumba dan telah meluluskan hampir 10.000 siswa peserta kursus, bukan saja hanya di Pulau Sumba tetapi juga dengan pemerintah Pusat, yaitu Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Lambertus James Dima, dan di awal tahun 2025 melalui visi besar yang sama, yaitu mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mamadai laju perubahan maka Denominasi Gereja Kristen di Kabupaten Sabu Raijua bersama JF Course berhasil membangun program kemitraan untuk pendampingan kursus Bahasa Inggris bagi anak – anak di-12 PPA selama 3 Tahun, mulai Tahun 2025 – 2028.
“Kehadiran JF Course di Kabupaten Sabu Raijua melalui program kemitraan bersama Gereja dan PPA adalah peluang emas yang harus kita jemput bersama. Karna melalui program ini diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan bagi anak-anak yang kelak memiliki prestasi secara akademis, mampu bersaing secara global dan pada akhirnya akan berkontribusi kembali dalam membangun daerah yakni, Kabupaten Sabu Raijua” pungkasnya.
Untuk teknis pelaksanaan program kursus ini memiliki 5 tahapan awal yaitu: 1. Pre Tes atau Tes Awal, 2. Pengumuman Hasil Pre Test. 3. Penandatanganan MOU bersama orangtua murid, 4. Persiapan Modul/Buku Panduan Pembelajaran, 5. Persiapan dan Pembekalan Tenaga Pengajar/Guru Bahasa Inggris
Dijelaskan Ketua Lambertus James Dima selaku founder Jf Course, Louwen Kafolamau, Kita harus bersyukur Bapak/Mama, karna itu tujuan dilakukannya MOU ini adalah untuk mengatur dan menjamin perjalanan program dapat mencapai target pembelajaran dan output program yang dapat diukur secara bersama.
“Dan berikut tujuan penting lain dari kegiatan ini adalah untuk mengikat dan menguatkan komitment belajar peserta kursus Bahasa Inggris selama periode belajar berlangsung hingga selesai dan mendapatkan sertifikat.
Lewat MOU ini semua pihak mulai dari Lembaga JF Course, PPA, Gereja dan Orangtua peserta kursus bersama-sama ikut mengawasi dan mengevaluasi perjalanan program.
Selanjutnya pelaksanaan kegiatan belajar, yaitu : 1. Kegiatan kursus dilaksanakan 2 dalam 1 minggu dan 8 kali dalam 1 bulan. 2. Waktu kegiatan kursus berdurasi 90 menit setiap pertemuan, dan akal dilaksanakan pada sore hari mulai Pukul 15.30 – 17.00 Wita. 3. Try Out yang akan dilaksanakan setiap 2 bulan sekali dalam bentuk tes tulis. 4. Rapat evaluasi adalah pertemuan yang wajib dilaksanakan setiap 3 bulan 1 kali. 5. Home Visit (Kunjungan Rumah), 6. Pentas Bahasa Inggris (English Show). 7. Pemberian Sertifikat kursus Bahasa Inggris sebagai tanda pengakuan dan bukti dokumen pembelajaran selama 1 Tahun mengikuti kursus di Lembaga JF Course.
Selanjutnya penilaian yang diterapkan oleh Lembaga JF Course kepada peserta didik, yaitu: 1. 60% Penilaian terhadap Kehadiran peserta didik, 2. 20% Penilaian terhadap Keaktifan peserta didik, 3. Dan yang terakhir 20% Penilaian terhadap Etika peserta didik.
“Sehingga Bapak/mama orangtua, Bapak Ibu/Pendeta Pendeta, Kordinator dan Adik-adik, setelah penandatanganan MOU ini berlangsung maka kita telah memiliki komitmen yang sama untuk mengontrol dan mengawasi berjalannya seluruh proses belajar anak selama periode kursus sejak 7 November 2025 sampai pada penyerahan sertifikat hasil belajar,” jelasnya.
Lanjut Lambertus James Dima, Lembaga JF Course dan PPA hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk menjawab Doa dan pergumulan dari orangtua, Bapak/Ibu Pendeta dan seluruh orang Sabu Raijua. Dalam hal peningkatan SDM yang memadai dan mampu berirama dalam melodi perubahan.
Demikian, di jelaskan oleh James Dima, Diera globalisasi saat ini kemampuan Bahasa Inggris menjadi sangat bermanfaat bagi generasi muda, antara lain seperti peningkatan peluang kerja, kemudahan akses informasi, perluasan wawasan, kesempatan meraih beasiswa dan kemampuan berkomunikasi dengan lebih banyak orang di seluruh dunia.
bahwa Kabupaten Sabu Raijua hari ini telah menjadi tujuan destinasi wisata yang semakin digemari oleh banyak wisatawan, baik domestik ataupun mancanegara. Karna secara geografis Sabu Raijua adalah pulau kepulauan sehingga banyak menawarkan berbagai tempat wisata yang menarik mulai dari wisata pantai, wisata bawah laut, wisata budaya, hingga bukit dengan pesona alam yang indah.
Berbagai potensi alam yang kaya inilah kemudian semakin memperkuat alasan Kabupaten Sabu Raijua ke depan akan terus dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai penjuru dan akan lebih dikenal oleh dunia luar.
“Peluang begitu terbuka untuk generasi kita, dan hari ini secara sadar PPA dan Gereja telah membangun kesiapan SDM yang nantinya diharapkan akan menjadi penyeimbang untuk menyambut peluang yang akan datang tersebut melalui program kemitraan bersama Lembaga JF Course,” pungkasnya.
Sehingga peristiwa hari ini adalah investasi untuk perjalanan yang panjang. Kunci dari perjalanan yang panjang adalah berjalan bersama dengan satu hati dan satu tujuan. Maka dengan demikian kita mampu letakan fondasi perubahan yang kuat bagi generasi muda Kabupaten Sabu Raijua untuk Bangsa dan Negara. Dijelaskan
Kafolamau, pada kesempatan yang baik ini kami juga mengajak seluruh generasi muda Sabu Raijua untuk mau bergerak bersama. Harus diingat bahwa pemuda adalah tulang punggung Negara, maka sebagai orang muda kita memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan daerah ini.
*( RINTO)















