Kupangmetro — Peneliti Kebijakan Fiskal Publik dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Fransiskus Xaverius Lara Aba, belum lama ini menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin pompa air kepada Kelompok Tani Kasih Mama di Dusun Bonatama, Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Penyerahan bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan Frans Aba pada Kamis 12 Maret 2026 yang diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani Kasih Mama, Justus Petrus Karma dan disaksikan oleh seluruh anggota beserta Kepala Dusun Bonatama.
Bantuan berupa Satu unit Pompa Diesel tipe Super Fighter tersebut lengkap dengan selang pengisap dan selang pembuangan sepanjang kurang lebih 60 meter.
Untuk diketahui, kelompok Tani Kasih Mama selama ini mengembangkan budi daya hortikultura seperti tomat, cabai, dan pare untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Kabupaten Kupang. Namun karena keterbatasan sarana pengairan kerap menjadi kendala, terutama saat musim kemarau.
“Bantuan mesin pompa air ini tentunya sangat membantu kami anggota Kelompok. kami berharap dengan adanya mesin pompa air yang diberikan Bapak Frans Aba dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga mencapai sekitar 500 kilogram per bulan,” ujar Ketua Kelompok Tani Kasih Mama, Justus Petrus Karma.
Menurut Justus Karma, secara filosofis, nama Kelompok Tani Kasih Mama memiliki makna khusus bagi para anggotanya, karena kelompok ini didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada Mama Oktovina, seorang petani sayur di Dusun Bonatama yang semasa hidupnya dikenal gigih mengolah lahan meski menghadapi keterbatasan air.
“Dengan semangat yang ditunjukan mama Oktoviana itulah yang kemudian dilanjutkan oleh anak-anaknya bersama kami yang tergabung dalam kelompok tani,” jelas Justus.
Saat ini kelompok Tani Kasih Mama mengembangkan sejumlah komoditas unggulan seperti tomat, cabai, dan pare yang ditanam diatas lahan seluas kurang lebih 30 are. “Lahan inilah yang dulunya digarap oleh Mama Oktovina,” katanya.

Sumber Air Yang Cukup
Menurut salah seorang Petani, Salmun Mona, di wilayah tersebut sumber air cukup, namun kendala yang dialami Petani setempat yakni harus mengambil air secara manual untuk menyiram tanaman.
“Tapi dengan adanya bantuan mesin pompa air dari bapak Frans Aba kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak Frans yang walaupun jauh di Jakarta sana tapi dekat dengan kami warga Desa sehingga bisa memberi kami bantuan. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dusun Bonatama, Otniel Fainekan menyebut bantuan mesin pompa air sangat tepat sasaran karena kelompok tani Kasih Mama memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan pertanian.
“Semoga bantuan mesin pompa air ini menjadikan kelompok Kasih Mama lebih produktif dan menjadi inspirasi bagi anak muda dan kelompok tani lain di desa ini,” ungkap Otniel Fainekan.
Alam NTT Punya Potensi Yang Menjanjikan

Pada tempat terpisah, Frans Aba menyebut potensi pertanian di NTT sangat besar, namun masih membutuhkan dukungan nyata agar petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
“Potensi alam di NTT sangat besar. baik itu pertanian, perikanan maupun tambang. Alam NTT sangat menjanjikan karena memiliki tanah yang subur dengan masyarakatnya yang dikenal gigih dan ulet,” ungkap Frans Aba.
Bagi Frans Aba yang juga merupakan putra NTT yang saat ini berkarier sebagai Dosen pada Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, menilai, yang dibutuhkan masyarakat NTT adalah perhatian yang nyata, bukan sekedar janji.
“Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan sangat bermakna bagi mereka,” kata Frans Aba.
Dengan bantuan mesin pompa air dari Frans Aba diharapkan Petani setempat dapat mengelola lahan lebih optimal dengan tetap menjaga keberlanjutan pertanian yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.
(Andi Ilham Sulabessy)














