Sabu Raijua, Kupangmetro.com – 31 Maret 2026 – Dinamika pembenahan organisasi olahraga di Kabupaten Sabu Raijua mulai bergerak. Pada Selasa (31/3/2026), Tim 7 yang terdiri dari unsur pengurus lama PBVSI dan KONI Kabupaten Sabu Raijua menggelar pertemuan penting dalam rangka mempersiapkan Musyawarah Kabupaten (Musorkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menata kembali arah organisasi bola voli di daerah, sekaligus menyiapkan agenda utama Musorkab, yakni pemilihan Ketua Umum dan pembentukan Badan Pengurus PBVSI Kabupaten Sabu Raijua periode 2026–2030.
Langkah ini dinilai penting mengingat masa jabatan pengurus lama PBVSI akan berakhir pada April 2026, sehingga proses regenerasi kepemimpinan harus segera dilakukan secara tertib, demokratis, dan sesuai mekanisme organisasi.
Dalam pertemuan itu, Tim 7 juga melakukan komunikasi dan penjajakan terhadap figur yang dinilai layak memimpin PBVSI Sabu Raijua ke depan. Hasil pertemuan menyepakati bahwa sosok yang didorong tersebut menyatakan kesediaannya untuk maju sebagai calon kandidat Ketua Umum PBVSI Kabupaten Sabu Raijua periode 2026–2030.
Kesediaan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan pembinaan cabang olahraga bola voli di Sabu Raijua, yang selama ini membutuhkan kepemimpinan yang kuat, konsisten, dan mampu membangun sinergi antara atlet, klub, pelatih, serta stakeholder olahraga lainnya.
Musorkab PBVSI 2026 sendiri diharapkan tidak sekadar menjadi forum pergantian pengurus, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan pembenahan organisasi, agar bola voli di Kabupaten Sabu Raijua dapat berkembang lebih kompetitif, terarah, dan berprestasi di tingkat daerah maupun provinsi.
Adapun Tim 7 yang dibentuk untuk mempersiapkan agenda tersebut terdiri dari:
Melky Adrianus Bessie – Ketua
Anisha Chairinusa – Anggota
Lorens A. Bire – Anggota
Adolfna – Anggota
Ruben Tona – Anggota
Theni Wake Lulu – Anggota
Alfons Lay Lena – Anggota
Dengan mulai bergeraknya Tim 7, publik olahraga di Sabu Raijua kini menaruh harapan besar agar Musorkab PBVSI 2026 benar-benar melahirkan kepengurusan yang solid, visioner, dan mampu membawa bola voli Sabu Raijua keluar dari rutinitas organisasi yang stagnan.
Jika pembinaan ingin maju, maka organisasi tidak boleh berjalan di tempat. Musorkab 2026 harus menjadi titik balik kebangkitan bola voli Sabu Raijua, Tutup Melky
*(Rinto)














