Kupangmetro – Akses jalan Trans Timor yang menghubungkan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ke Negara Timor Leste lumpuh akibat longsor yang terjadi di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.
Longsor yang terjadi pada Jumat (17/02/2023) sekitar pukul 19.30 Wita, berasal dari runtuhan tanah di bukit, tepatnya di kilometer 72 arah Timur Kota Kupang sehingga menutupi seluruh ruas jalan sepanjang kurang lebih 150 meter, dengan ketinggian timbunan sekitar 10 meter.
Akibat longsor, Satu rumah warga yang berada disekitar lokasi tertimbun, satu unit mobil tronton pengangkut kontainer yang kebetulan melintas juga ikut tertimbun serta Tiga rumah warga lainnya terpaksa ditinggalkan penghuni karena takut terjadi longsor susulan.
⁸Selain itu, tiang listrik milik PLN disepanjang jalan Trans Timor mulai dari Kilometer 70 juga ikut roboh sehingga mengakibatkan listrik PLN padam.
“Tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Philipus Tunmuni, warga Takari yang tinggal dekat lokasi tanah longsor.
Tunmuni menyebutkan, peristiwa tanah longsor yang terjadi di lokasi tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.
Menurut Tunmuni, longsor yang terjadi pada Jumat 17 Pebruari 2023 sekitar pukul 17. 30 wita akibat pergeseran tanah dari atas bukit “Tanah Runtuh”, yang dipicu oleh curah hujan yang terus turun dalam beberapa pekan terakhir.
Supir Tronton Selamat
Peristiwa alam berupa tanah longsor yang terjadi di wilayah Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, bukan saja menimbun rumah warga, tetapi juga menutupi sebuah mobil Tronton yang mengangkut Kontainer milik PT Garuda Mas yang dikemudikan Simon Suni.
Menurut Suni, saat peristiwa terjadi yakni sekitar pukul 19.30 wita, mobil Tronton yang dia kendarai tepat melintas di jalan yang ditimbuni longsor.
“Saat itu saya baru kembali turunkan barang dari Kota Kefa (Ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, red). Tepat di kilometer 72 runtuhan tanah yang turun dari atas bukit begitu cepat sehingga langsung menutupi kendaraan bagian belakang. Warga sekitar dengan dibantu satu unit truk sempat bantu menarik dengan menggunakana kabel slink tetapi mobil tidak bergerak sedikitpun dan bahkan kabel slingpun sampai putus,” ungkap Suni.
Dari pantauan media di lokasi, runtuhan tanah masih terus terjadi walau dalam skala kecil sehingga warga sekitar tidak berani mendekat. (andi sulabessy)















