Kupangmetro – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Kupang kini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga garda terdepan dalam layanan kesehatan anak.
Hal itu disampaikan Bunda PAUD Kota Kupang dr. Widya Cahya dalam laporan praktik baik pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) 5 Lembaga Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pondasi generasi unggul di Kota Kupang dibangun melalui dua hal, yakni PAUD Holistik Integratif (HI) dan budaya literasi. Dalam PAUD HI, layanan kesehatan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pendidikan.
“Ekosistem PAUD Holistik Integratif ini didukung Dinas Kesehatan, DP3A, Dinas Dukcapil, dan beberapa dinas lainnya,” ujarnya.
Standar pelayanan yang diterapkan mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak di satuan pendidikan.
“Kini ada 271 satuan pendidikan yang sudah masuk dalam layanan berstandar PAUD HI,” katanya.
Widya menjelaskan, PAUD Kota Kupang memprioritaskan kesehatan anak yang dipantau sejak dini dengan asupan gizi.
“Melalui PAUD HI, anak tidak hanya diajak belajar, tetapi juga dipantau tumbuh kembang, status gizi, dan kesehatannya,” katanya.
Selain itu, kolaborasi lintas dinas memungkinkan anak yang belum memiliki identitas kependudukan, belum terlayani kesehatan, maupun yang membutuhkan perlindungan, bisa segera terdata dan ditindaklanjuti.
Penguatan kelembagaan juga dilakukan lewat pengukuhan Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan. Tugas utamanya mensosialisasikan program PAUD, yakni belajar satu tahun prasekolah di wilayah kerja masing-masing.
Dari 51 kelurahan di Kota Kupang, hanya satu kelurahan yang tidak terbentuk PAUD karena berada di antara satuan PAUD lainnya. Artinya, hampir seluruh anak di Kota Kupang memiliki akses ke layanan PAUD HI yang terintegrasi dengan kesehatan.
Selain layanan kesehatan fisik, Bunda PAUD Kota Kupang juga menekankan kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak lewat penguatan literasi.
Bunda PAUD memberikan bantuan buku kepada lembaga PAUD. Tujuannya memberi kesempatan kepada anak untuk mengikuti kegiatan literasi selama 15 menit sebelum kegiatan inti dimulai.
“Kegiatan ini tidak terlepas dari tanggung jawab Bunda PAUD,” ujarnya.
Melalui Pokja 2, Bunda PAUD Kota Kupang juga menggelar lomba bercerita anak PAUD se-Kota Kupang.
“Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk membangun rasa keberanian tampil di depan umum, yang penting untuk kepercayaan diri dan perkembangan emosional anak,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, PAUD di Kota Kupang diharapkan tidak hanya melahirkan anak yang cerdas, tetapi juga anak yang sehat, bergizi baik, terlindungi, dan percaya diri.
(Andi Sulabessy)












