Kupangmetro — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang saat ini terus berbenah setelah sebelumnya ditetapkan sebagai salah satu dari 15 Perumda Air Minum di seluruh Provinsi NTT yang masuk dalam kategori sebagai Perusahaan “kurang sehat” oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
Kendati demikian, sebagai Perusahaan yang mengelolah air minum untuk kebutuhan warga Kota Kupang, pihak mananjemen terus dan tetap berusaha agar pelayanan air bersih bagi warga Kota Kupang dapat terlayani.
Dengan slogan KASIH, Perumda Air Minum Kota Kupang dibawah kepemimpinan Isodorus Lilijawa sebagai Direktur meletakan Tiga Pilar sebagai formula yang diyakini dapat membawa perubahan yang signifikan bagi perkembangan Perumda Air Minum Kota Kupang kedepan.
Tiga pilar KASIH yang dimaksud bertujuan untuk mewujudkan Perumda Air Minum Kota Kupang yang profesional,handal dan sehat. Menurut Isodorus, KASIH itu mengandung makna Kinerja, Sinergitas dan Transformasi Holistik secara digital, karena dalam Perusahaan kinerja dan sinergitas menjadi utama dalam memberikan pelayanan. “Kita tingkatkan kinerja perusahaan dan kinerja pelayanan karena Tiga hal ini sebenarnya yang bisa menjawab berbagai persoalan,” ungkap Isodorus.
Sejak ditransformasikan dari PDAM menjadi Perumda sejak 2021 sampai saat ini ada persoalan yang diwariskan dari dulu sampai sekarang yang harus diselesaikan sehingga jangan diwariskan lagi ke pimpinan yang datang berikutnya.
Sumber Produksi
Saat ini persoalan yang dihadapi Perumda Air Minum Kota Kupang yakni berkaitan dengan kinerja pelayanan dan persoalan yang berkaitan dengan sumber produksi. Sumber produksi di Kota Kupang hanya ada dua, yakni air permukaan dan air bawah tanah.
Air permukaan di Kota Kupang tidak banyak, yang paling yang efektif saat ini adalah sumber air yang bersumber dari Kali Dendeng. Sedangkan sumber air yang berasal dari Biknoi sudah tidak beroperasi lagi sehingga untuk melayani kebutuhan air bersih warga, Perumda hanya mengandalkan sumber air Kali Dendeng. Sedangkan selebihnya itu adalah sumber air produksi dalam tanah atau sumur bor.
Dan untuk melayani kebutuhan warga Kota Kupang, saat ini Perumda masih menggunakan sumur bor yang jumlahnya kurang lebih 30 sumber, sehingga Perumda Air Minum Kota Kupang belum bisa melayani warga Kota Kupang secara maksimal.
Biaya Tinggi
Sebagai perusahaan yang mengelolah kebutuhan air bersih warga, Perumda Air Minum Kota Kupang saat ini masih terkendala dengan biaya karena untuk bisa melayani kebutuhan air bersih warga, Perumda Air Minum Kota Kupang masih menggantungkan harapan pada sumur bor yang menelan banyak biaya. Sebut saja biaya perawatan mesin untuk memompa air, biaya listrik serta biaya operasional lainnya.
Sebelumnya Perumda Air Minum Kota Kupang pada tahun 2000 hingga 2025 telah mendapatkan dana penyertaan modal dari Pemerintah Kota Kupang melalui APBD yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Kupang. Dana Penyertaan tersebut diberikan sekali untuk Lima Tahun sehingga bagi pihak Perumda belum dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan air bersih.
Kerjasama Dengan Berbagai Pihak
Guna mengantisipasi kebutuhan air bersih warga Kota Kupang yang semakin meningkat, Perumda Air Minum Kota Kupang terus membuka jejaring dengan berbagai pihak untuk melakukan kerja sama, baik dengan pihak Pemerintah, pihak Perbankan maupun pihak/lembaga lainnya.
Terkait kerja sama yang akan dilakukan Perumda Air Minum untuk pelayanan air bersih bagi warga Kota Kupang, manajemen Perumda yang dipimpn Isodorus Lilijawa telah bertemu dengan sejumlah pimpinan lembaga seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sistem Pelayanan Air Minum (SPAM) yang dalam waktu dekat akan dilakukannya penandatanganan Kerja Sama Operasional (KSO).selain dengan BLUD SPAM, Perumda Air Minum Kota Kupang juga telah menjalin kerjasama dengan pihak Bank.
Ini merupakan langkah terobosan yang diambil pihak manajemen Perumda Air Minum Kota Kupang yang tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.
Komitmen Pelayanan di Garis Depan
Meskipun dihadapkan dengan realitas keterbatasan, Perumda Air Minum Kota Kupang tidak tinggal diam. Perusahaan ini tetap memegang teguh komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan berbagai upaya.
Adapun upaya yang dilakukan yakni dengan mengoptimalisasikan Sumber Air Eksisting yakni dengan mengelola dan mengoptimalkan sumur-sumur bor yang masih potensial dan memiliki cadangan air yang terjamin fluktuasinya sepanjang tahun.
Melakukan perbaikan jaringan yang telah usang yang mengakibatkan prosentase atau volume air berkurang dengan perbaikan kebocoran pipa dan pemeliharaan jaringan distribusi secara berkala guna menekan tingkat kehilangan air (non-revenue water) dan memastikan air yang tersedia dapat sampai ke pelanggan dengan efisien.
Peningkatan Kualitas SDM dengan melakukan pelatihan dan bimbingan teknis bagi karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja dalam manajemen pelayanan.
Transparansi Informasi yakni berkomitmen untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur kepada pelanggan mengenai kondisi pelayanan, termasuk jadwal distribusi atau adanya gangguan yang bersifat khusus melalui kanal-kanal komunikasi resmi perusahaan.
(Andi Ilham Sulabessy/ADV)















