Kupangmetro — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Marselinus Anggur Ngganggus berjanji, untuk menjawab keluhan warga Kota Kupang, khususnya di Kelurahan Naikoten Dua, Kecamatan Kota Raja, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Teknis akan melakukan kunjungan atau peninjauan langsung ke Kelurahan Naikoten Dua.
Peninjauan ini perlu agar apa yang diusulkan warga melalui anggota DPRD saat reses di setiap Daerah Pemilihan diketahui dan dilaksanakan oleh pemerintah.
“Kami akan jadwalkan untuk melakukan kunjungan ke Naikoten Dua pada Bulan November 2024 ini guna melihat secara langsung apa yang menjadi persoalan warga,” kata Marselinus Anggur Ngganggus saat Reses di Kelurahan Naikoten Dua, Sabtu (26/10/2024).
Dihadapan warga Kelurahan Naikoten Dua, anggota Komisi IV DPRD NTT Marselinus Anggur Ngganggus atau yang biasa disapa Celly menegaskan, untuk menjawab keluhan warga Kota Kupang yang merupakan Daerah Pemilihannya wajib memberi peringatan kepada Pemerintah terkait usulan warga yang telah disampaikan kepada anggota DPRD saat reses.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, sampai saat ini kemampuan keuangan daerah masih sangat rendah yakni untuk Tahun Anggaran 2025, sesuai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) hanya mencapai Rp 5 Triliun lebih yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp 1,5 Triliun, dan sisanya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dari sumber-sumber pendapatan lain yang sah.
“Ini menjadi pemahaman bersama bahwa kemampuan fiskal daerah agak lemah sehingga reses ini sangat penting agar usulan bapak Mama tercatat untuk diusulkan kepada pemerintah,” katanya.
Ketua RT 02 Kelurahan Naikoten Dua, Tiago Hornay dalam usulannya kepada anggota DPRD NTT, Celly Ngganggus agar memperjuangkan apa yang selama ini menjadi keluhan warga Kelurahan Naikoten Dua, seperti tanggul penahan banjir di aliran kali yang melewati wilayah Kelurahan Naikoten Dua.
“Kami bersyukur bahwa Pak Celly punya perhatian khusus untuk Naikoten Dua. Ada berbagai persoalan di Kelurahan Naikoten Dua, mulai ekonomi, seperti pemberdayaan ekonomi rumah tangga, pembangunan tanggul disepanjang sungai serta pendidikan yang menggunakan sistem sonasi,” ungkap Ketua RT 02 Kelurahan Naikoten Dua, Tiago Hornay.
Sementara itu warga Kelurahan Naikoten Dua lainnya, Agus Corebima mengeluhkan soal air bersih yang hingga saat ini masih menjadi persoalan utama warga.
“Menurutnya pelayanan PDAM yang belum maksimal melayani mengakibatkan masyarakat Kota Kupang, khususnya warga Naikoten Dua sampai saat ini masih kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkapnya.
Penulis Andi Ilham Sulabessy















