Kupangmetro— Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang, sejumlah Partai Politik saat ini sedang melakukan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap para bakal calon kepala daerah yang telah mendaftar di Parpol masing-masing.
Demikian halnya juga yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah melakukan fit and proper test terhadap sejumlah bakal calon kepala daerah yang telah mendaftarkan diri ke Partai Hanura.
“Bakal Calon Kepala Daerah yang mengikuti Fit and Proper test atau uji kelayakan dan kepatutan oleh DPD Partai Hanura berjumlah 50 orang yang dilaksanakan selama Tiga hari yakni sejak tanggal 20 sampai 22 Mei 2024,” ungkap Sekertaris DPD Partai Hanura NTT, Elias Koa di Kupang, Rabu (22/05/2024).
Menurut Elias Koa, dari keseluruhan bakal calon Kepala Daerah yang mendaftar di Partai Hanura belum semuanya menjalani uji kelayakan dan kepatutan karena ada sebagian dari para bakal calon sedang mengikuti fit and proper test yang dilakukan oleh Partai lain langsung oleh DPP di Jakarta secara bersamaan dengan Partai Hanura.
Namun demikian lanjut Elias, DPD Partai Hanura sangat memahami sehingga bagi para bakal calon Kepala Daerah tersebut nantinya akan dilakukan fit and proper test secara daring, atau bisa juga dilakukan di Jakarta.
Menurut Elias, dari hasil fit and proper test, Tim Penjaringan Penetapan dan Pemenangan (TPP) tingkat Provinsi akan merampung semua hasil fit and proper test untuk dilakukan perengkingan sesuai penilaian yang dilakukan tim untuk selanjutnya diteruskan ke DPP.
DPP kemudian akan menentukan siapa bakal calon yang masuk dalam nominasi dan calon tersebut akan dilakukan komunikasi lebih lanjut untuk mendapatkan rekomendasi atau surat tugas dari Partai, atau bisa juga langsung mendapatkan Surat Keputusan (SK)
“SK akan diberikan apabila calon tersebut membawa koalisi yang bisa menambah kursi hingga mencapai 20 persen jumlah kursi,” kata Elias.
Tetapi lanjut Elias, apabila calon Kepala Daerah yang belum membawa Partai Koalisi maka Partai Hanura hanya akan memberikan surat tugas atau rekomendasi untuk membentuk koalisi. “Itu bisa lebih dari Satu orang calon tergantung siapa yang lebih cepat mendapat Partai Koalisi?” jelas Elias.
Sementara terkait dengan tahapan survey, Elias Koa mengatakan bahwa saat ini juga sedang dalam tahapan survey terhadap seluruh bakal calon karena semua calon yang datang melakukan fit and proper test rata-rata membawa hasil survey yang sudah dilakukan Partai lain termasuk survey yang dilakukan calon sendiri atau survey mandiri. “Untuk Partai Hanura sendiri tidak melakukan survey,” kata Elias.
Dari 22 Kabupaten/Kota sedikitnya terdapat beberapa Kabupaten yang calon Kepala Daerahnya oleh Partai Hanura sudah dipastikan mendapat dukungan, seperti Kabupaten Sumba Barat yang mana Ketua DPC Partai Hanura Sumba Barat berpasangan dengan Bupati incumbent.
Penulis Andi Sulabessy















