Kupang, kupangmetro.com- Setelah penandatanganan MOU tanggal 27 September 2023 lalu, Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menindaklanjuti proses pembangunan Duplikat Jembatan Liliba Kota Kupang dengan melakukan pembersihan lokasi.
Sebelumnya, BPJN NTT bersama pemerintah Kota Kupang dan rekanan pemenang tender menggelar acara Doa bersama lintas Agama untuk mengawali jalannya pekerjaan.
Dalam sambutannya, Kepala BPJN NTT – Agustinus Junianto, ST, MT mengatakan, pekerjaan duplikat jembatan Liliba nantinya akan menghasilkan jembatan kembar. Pengerjaannya akan dilakukan oleh PT. Dewanto Cipta Pratama sebagai rekanan pemenang tender.
“Proyek ini sifatnya multiyears. Waktu pelaksanaan 360 hari kalender, terhitung dari tahun 2023 ini sampai September 2024 nanti. Sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) senilai 72 miliar 413 juta 655 ribu rupiah,” kata Junianto, Kamis (12/10/2023) sore.
Menurutnya, untuk tahun 2023 ini, pihaknya akan fokus pada pembangunan pondasi bored pile dan rangka jembatan. Saat ini rangka jembatan sementara dalam proses mobilisasi dari pulau Jawa untuk didatangkan ke Kota Kupang.
“Pembangunan jembatan ini diusulkan oleh pemerintah Kota Kupang. Kami akan membangun menggunakan konstruksi rangka baja dengan warna merah putih dengan total panjang 140 meter dan lebar 9 meter yang terdiri dari 7 meter luas jalan dan 1 meter trotoar di masing-masing sisi,” terangnya.
Junianto mengaku aktivitas awal pembangunan akan berjalan tanpa penutupan jalan. Pihaknya tidak akan menghalangi arus lalu lintas di jalan Piet A. Tallo hingga proses pembangunan belum masuk ke tahap pemasangan rangka dan bagian atas jembatan.
Namun dijelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Kupang dan pihak Kepolisian untuk membantu melakukan sosialisasi dan simulasi lalu lintas jika nantinya mereka akan melakukan penutupan jalan.
Juanto juga mengatakan bahwa dirinya telah meminta agar proses pekerjaan jembatan ini dipercepat dan selesai sebelum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2024, atau sebulan sebelum waktu yang ditetapkan.
“Tujuannya agar secepatnya jembatan tersebut bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum,” ujarnya.
Untuk diketahui, hadir dalam acara Doa bersama lintas Agama pada Kamis sore itu diantaranya, Kepala BPJN NTT – Agustinus Junianto, ST, MT, Penjabat Walikota Kupang – Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Pengusaha dari PT. Bumi Indah – Melkianus Lubalu, para rohaniwan dan sejumlah pejabat lingkup Kota Kupang. (Fridolin)














